Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Charles Bonar Sirait Multitalenta dan Peduli Sesama

Indrastuti
02/7/2019 01:00
Charles Bonar Sirait Multitalenta dan Peduli Sesama
Charles Bonar Sirait Multitalenta(DOK CHARLESBONARSIRAIT.COM)

PERNAH menjadi relawan penyakit talasemia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, membuat Charles Bonar Sirait, 48, menaruh perhatian besar terhadap penderita penyakit genetika kelainan darah itu. Bukti komitmen itu terlihat dari penyerahan seluruh royalti penjualan buku pertama public speaking yang ditulisnya untuk para penderita talasemia.

"Saya senang membantu orang lain dan ini sesuai dengan jiwa sosial saya. Visi dan misi saya untuk mendorong orang lain agar bisa lebih sukses dari sebelumnya," ujar pemenang penghargaan Panasonic Gobel Award untuk pembawa acara musik pria favorit itu, saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Tak hanya peduli pada talasemia, anak kedua dari empat bersaudara itu juga senang berbagi ilmu. Charles pernah mengajar sampai ke desa-desa yang jauh dari pusat kota, seperti desa di Purwadadi. "Saya memang merasa capek, tapi puas karena bisa memberikan ilmu yang saya punya kepada orang lain. Rasanya senang jika bisa menolong orang lain," imbuh Charles.

Selain aktivitas sosial, Charles juga aktif memberi pelatihan komunikasi secara daring. Unggahan di laman berbayar Youtube juga menjadi salah satu upayanya agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Tema Millenials talk diangkat Charles karena ia menganggap komunikasi politik sangat penting untuk dipelajari kaum milenial. "Anak milenial yang akan menjadi penerus generasi sekarang, termasuk dalam bidang politik. Jadi, penting bagi mereka untuk belajar komunikasi politik lebih dini," imbuh Charles.

Paling berkesan
Sebagai penulis, Charles kerap ditantang untuk berpacu dengan waktu. Namun, itu dianggapnya bukan kendala yang berarti. Selain itu, tantangan lain dalam menulis ialah menjaga pikiran agar lebih kreatif. Sering kali kebuntuan menyebabkan Charles kesulitan mengembangkan ide dan gagasan.

"Banyak orang kita yang bertalenta, tapi tidak mampu mengungkapkan ide-idenya. Ini juga yang membuat saya tergerak berbagi ilmu public speaking agar lebih banyak orang mampu menyampaikan ide dan gagasannya," ujar Charles.

Pengalaman mewawancarai tokoh terkenal menjadi bekal bagi Charles untuk memperkaya kemampuan komunikasinya. Charles mengaku, wawancara dengan presiden ketiga RI, BJ Habibie, menjadi sangat berkesan.

"Habibie, orang yang sangat unik dan keras. Jika kita wawancara beliau dan kita tidak mengikuti sesuai dengan yang beliau baca, misalnya berita, kita bisa ketinggalan," pungkas anak sutradara kondang, Edward Sirait, itu. (*/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya