Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Utary Octavianty Membuat Aplikasi demi Kesejahteraan Nelayan

Galih Agus Saputra [email protected]
29/6/2019 05:00
  Utary Octavianty  Membuat Aplikasi demi Kesejahteraan Nelayan
Utary Octavianty(FOTO: MI/PIUS ERLANGGA)

SELALU ada saja semangat yang ditampilkan Kick Andy melalui sejumlah narasumber anak muda yang kreatif dan bersinar. Apalagi di era perkembangan teknologi informasi digital seperti saat ini, cukup membuka peluang bagi mereka yang kreatif untuk memulai usaha hingga berhasil.

TIGA anak muda yang bersahabat, yakni Utary Octavianty, Farid Naufal Islam, dan Indraka Fadhililah menjadi contoh kesuksesan. Mereka membantu nelayan untuk memasarkan hasil tangkapannya melalui aplikasi daring bernama Aruna Indonesia.

Aruna Indonesia, bahkan memungkinkan para nelayan untuk dapat memasarkan hasil tangkapannya hingga ke mancanegara. Tinggal klik, para nelayan dan calon pembeli bisa saling kontak untuk transaksi.

Tentu saja apa yang dilakukan tiga anak muda itu sangat membantu para nelayan, terutama dalam hal harga yang baik dan tidak terjerat tengkulak seperti yang dialami sebelumnya.

Aruna dipilih sebagai nama aplikasi karena berarti matahari yang terbit. Berangkat dari nama itu pula, mereka bertiga berharap dapat mengoptimalkan sektor perikanan dan kelautan Indonesia di mata dunia. Aruna Indonesia tidak hanya memudahkan transaksi antara nelayan dan pembeli, lebih dari itu, aplikasi tersebut juga memungkinkan para nelayan untuk mengakses informasi dan mencari tangkapan yang sesuai dengan komoditas pasar.

Pangsa pasar Aruna Indonesia kini semakin merambah ke berbagai daerah di mancanegara, mulai Vietnam, Singapura, Malaysia, Jepang, hingga Amerika Serikat. Melalui Aruna Indonesia, nelayan mampu melihat harga terbaik, rata-rata harga yang mereka dapatkan selama ini 25% lebih tinggi dari pada sebelumnya. Sementara itu, para pembeli kini dapat memperoleh harga 15% lebih rendah. Hal tersebut, pada akhirnya turut memotong rantai harga yang dialami nelayan dan pembeli saat masih ada tengkulak di antara mereka.

Tidak hanya itu, nelayan bahkan juga mendapatkan bonus berupa poin dalam setiap tangkapannya. Melalui poin tersebut, para nelayan dapat menabung untuk keperluan sekolah anak hingga umrah. Semua ini bermula sejak enam tahun lalu ketika tiga sahabat itu masih di duduk di bangku kuliah.

Utary, Farid, dan Indraka mengawali Aruna Indonesia tanpa modal. Mereka mencari dana untuk riset dan pengembangan lewat kompetisi di bidang IT, sistem penjualan preorder, hingga pada akhirnya semakin besar sekaligus mendatangkan investasi. Meski masih tergolong muda, tampaknya usaha memiliki dampak yang cukup luar biasa, mereka bisa mendorong para mafia ikan yang selama ini menyengsarakan kehidupan para nelayan.

Utary mengaku bahwa pada mulanya mereka sempat mendapat penolakan dari para nelayan. Namun, walau mendapat tanggapan seperti itu, mereka bertiga tetap semangat untuk mempersuasi nelayan agar bekerja sama untuk menjual ikan secara daring. "Dulu awalnya bahkan pernah digebrak-gebrak mobilnya karena dikira mau mengganggu yang sudah ada," kata Utary, ketika menjawab pertanyaan dari pembawa acara Kick Andy, Andy F Noya.

Hal lain yang tidak kalah hebat ialah bagaimana cara mereka mengatasi konflik dengan para tengkulak. Tidak dengan cara gontok-gontokan, sebaliknya mereka mengedukasi para tengkulak untuk menjadi mitra dengan standar tertentu yang mereka tetapkan. Akibat langkah tersebut, para tengkulak kini merasa banyak diuntungkan karena dapat memilih mutu ikan yang lebih baik lewat aplikasi Aruna Indonesia. "Tapi yang tidak kalah penting adalah para nelayan tidak dirugikan," imbuh Utary.

Aruna Indonesia menyediakan tangkapan hasil nelayan seperti kepiting bakau, rajungan, ikan kerapu, lobster, kakap, dan kerang. Meski saat ini mereka masih melayani pembelian partai besar untuk perusahaan, mereka juga berharap ke depannya dapat melayani eceran agar Aruna Indonesia juga dapat digunakan semua orang.

Sejauh ini Aruna Indonesia mengembangkan tiga jenis aplikasi. Pertama untuk para nelayan, kedua e-commerce yang dapat digunakan para pembeli, serta ada pula basis analisis yang dapat digunakan, misalnya untuk memantau musim tangkapan. Semua itu diberikan Aruna Indonesia demi stabilitas transaksi nelayan dan pembeli, yakni Aruna Indonesia dewasa ini telah mendapat predikat The Most Social Impact Startup dari Kemenristek-Dikti, dan Grand Winner Social Competition dari Singapura.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya