Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Susi Pudsjiastuti Semprot Importir Sampah

Suryani Wandari Putri Pertiwi
18/6/2019 01:40
Susi Pudsjiastuti Semprot Importir Sampah
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti( ANTARA FOTO/Sigid)

SETELAH maling ikan, kini giliran importir sampah yang disemprot Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, 54. Bermula saat dirinya mengomentari foto sebuah papan putih bertuliskan ‘kalo ko tra sanggup buang sampah ke de tempat, ko telan saja’. Tulisan itu berarti ‘jika tidak sanggup membuang sampah pada tempatnya, telan saja’.

Foto yang dibagikan di akun Twitter miliknya @susipudjiastuti pada Jumat (14/6), itu, diberi caption, ‘saya suka papan pengumuman ini’. Hingga Senin (17/6), foto tersebut telah disukai 47 ribu orang dan di-retweet 29 ribu warganet.

Keprihatinan dan kemarahan mengenai sampah juga ditunjukkan Susi ketika Indonesia ikut kebanjiran limbah sampah plastik sebanyak 5 kontainer, baru-baru ini. Susi memuji kerja Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang berhasil mengungkap temuan limbah sampah itu.

"Apresiasi Bea Cukai yang telah menahan masuknya sampah impor. Kembalikan ke negara pengirim. Sampah kita sendiri sudah cukup banyak dan belum tertangani dengan baik," cicit perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, itu, pada Jumat (14/6).

Menurut Bea Cukai, kontainer itu seharusnya hanya berisi potongan kertas, tetapi rupanya memuat sampah lain, termasuk botol, sampah plastik, dan popok.

"Sikap dan jiwa pedagang seperti ini yang layak ditenggelamkan bu," cicit akun @Gunanda44324832 saat mengomentari unggahan Susi.

Tak hanya mengomentari unggahan Susi, warganet bahkan ikut sumbang saran. "Kirim balik aja bu, jangan lupa dikasih bonus," cicit akun @royhanfir.

Ancam laut
Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product itu mengatakan, Indonesia berada di peringkat nomor dua dunia sebagai penyumbang sampah laut terbesar. "Jika terus terjadi, pada 2030 laut Indonesia isinya lebih banyak plastik daripada ikan," katanya, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya mengotori, melainkan juga sampah plastik itu mematikan banyak ikan hiu dan paus yang menelan plastik. Yang paling gawat, plastik baru bisa terurai setelah 450 tahun.

Kecintaannya pada laut pun dibuktikan Susi dengan mendirikan organisasi berbasis komunitas bernama Pandu Laut yang lahir dari keprihatinan pada kondisi laut Indonesia. Ia menyatukan berbagai asosiasi pencinta laut guna menjaga kelestarian dan kesehatan laut.

Praktiknya, ratusan orang, dari komunitas penyelam, penggiat antisampah plastik, hingga musisi pencinta laut ikut serta dalam aksi Menghadap Laut pada 19 Agustus 2018 untuk membersihkan tepi pantai dan laut dari sampah, baik plastik, kain, maupun dedaunan yang serentak dilakukan di beberapa kota.

Susi pun tak hentinya mengingatkan masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan lama yang bergantung pada plastik, kemudian ujung-ujungnya menjadi sampah, bahkan hingga ke laut.

Caranya dengan membawa kantong belanja yang bisa dipakai berulang, usahakan tidak beli makanan yang dikemas plastik, serta kurangi pemakaian sedotan plastik. (H-3)


 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya