Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SECARA bahasa Idul Fitri adalah kembali pada kesejatian diri. Apabila disandarkan pada manusia, artinya kembali pada kesucian dan kebersihan hati serta keikhlasan sebagai hamba Tuhan.
Meski demikian, menurut anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD, makna Idul Fitri tersebut juga bisa disematkan dalam konteks berbangsa dan bernegara. Nilai Idul Fitri dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata dia, adalah bersatu seperti saat negara ini pertama didirikan pada 1945. "Dalam konteks Negara Indonesia, Idul Fitri itu kembali ke prinsip kebersatuan di dalam keberagaman." "Dulu kita berbeda-beda sekian banyak suku, sekian banyak agama, budaya, kemudian bersatu mendirikan Indonesia dan mengusir penjajah," kata dia, di Yogyakarta, saat Hari Raya Idul Fitri lalu.
Dengan demikian, lanjut dia, jika ditarik dengan dinamika politik belakangan ini, rekonsiliasi menjadi sangat penting untuk memberikan makna Idul Fitri di Indonesia. "Dalam konteks politik sekarang, di mana tampaknya ada konflik politik, Idul Fitri-nya negara (Indonesia) itu artinya bersatu kembali seperti saat tahun 1945 bersama-sama mendirikan negara ini," ujarnya.
Lebaran tahun ini, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mudik ke Kampung halamannya di Madura, Jawa Timur. Di kampung halamannya ini, Mahfud mengajak semua elemen masyarakat, khususnya di Pulau Madura, memanfaatkan momentum Lebaran kali ini, untuk menyejukkan suasana yang sempat memanas akibat perbedaan politik.
"Saat pemilu, dinamika politik di Madura ini kan menjadi perhatian sehingga situasi agak memanas. Tapi dalam perkembangannya, alhamdulillah semuanya tenang dan sejuk. Maka dari itu, kami mengajak kepada semuanya untuk manfaatkan berkah dari Allah SWT ini untuk mendinginkan suasana. Mari kita jadikan momentum Lebaran ini untuk saling mendinginkan suasana," kata Mahfud, seperti dikutip Antara, Minggu (9/6).
Pada Minggu (9/6) pagi, Mahfud sempat berkunjung ke pos pantau Lebaran di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan. Dia disambut langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan AKP Didik Sugiarto dan para petugaspos pantau induk mudik Lebaran lainnya.
Dalam kesempatan itu, mantan Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) itu mengajak aparat dan abdi negara lainnya bisa terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memberikan rasa aman, dan menjadi pengayom semua kelompok masyarakat.
Sinergi antara TNI dan Polri, menurut dia, sangat penting dalam upaya menguatkan ketahanan nasional dan persatuan Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Jika semua pihak bersinergi, saya yakin negara akan kuat, dan keutuhan bangsa ini tidak akan tergoyahkan," kata mantan aktivis HMI Cabang Yogyakarta ini.
Kasat Lantas Polres Pamekasan AKP Didik Sugiarto mengaku senang atas kehadiran anggota Dewan BPIP itu ke pos pantau Lebaran. Selain bisa saling memaafkan, kehadiran tokoh nasional asal Pamekasan, Madura itu juga telah memberikan semangat kepada para petugas di pos pantau mudik Lebaran. "Apalagi kami bisa mendapatkan masukan yang berarti dari beliau dan ini sungguh membanggakan," katanya. (A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved