Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK pelajaran hidup yang didapatkan Laura Basuki saat memerankan sosok legendaris dalam film terbarunya. Laura memerankan mantan pebulu tangkis Lucia Francisca Susy Susanti dalam film Susy Susanti Love All.
Sifat juang pantang menyerah dan cinta kepada banyak hal menjadi pelajaran penting yang Laura dapatkan dari istri Alan Budikusuma itu. Saat berada di lapangan, Susy memiliki daya juang yang tinggi dan pantang menyerah. Susy, kata Laura, sangat mencintai Indonesia.
"Yang bisa dipelajari dari peran ini, buat saya Susy Susanti itu kan sosok legend ya, sampai sekarang belum ada yang bisa menyamai kedudukan dia. Jadi, ya dari sini sifat juangnya, terus kecintaan dia terhadap negara Indonesia, kepada badminton, kepada Tuhan," tutur Laura saat berkunjung ke Kantor Media Indonesia, Senin (27/5).
Rasa cinta Susy itu pun menjadi dasar judul film tersebut. "Makanya kenapa judulnya Susy Susanti Love All, selain dimulainya pertandingan dari nol, tapi juga kecintaannya kepada semua hal," terang Laura.
Perempuan kelahiran Jerman, 9 Januari 1988 ini mengaku beruntung bisa memerankan sosok Susy. Pasalnya Susy merupakan legenda yang belum tergantikan hingga kini. Ibu satu anak ini juga mengungkapkan siapa pun yang diberikan tawaran memerankan sosok Susy pasti akan tertarik.
"Saya rasa semua orang yang ditawari film Susy Susanti pasti tertarik. Kapan lagi memerankan seorang legend, yang menurut saya Susy Susanti tak tergantikan sampai sekarang. Jadi, begitu ada tawaran film ini, saya sambut dengan sangat positif," ujar Laura.
Pelatih
Demi penghayatan perannya menjadi Susy, Laura melakukan berbagai persiapan fisik. Termasuk berlatih bulu tangkis dengan pelatih Susy Susanti, Liang Chiu Sia. Selama empat bulan, Laura dan Dion Wiyoko yang memerankan Alan Budikusuma digembleng tentang olahraga tepok bulu itu. Termasuk semangat juang dan ekspresi Susy saat di lapangan.
Tidak tertinggal, ia banyak berinteraksi dengan sang legenda dan Alan sehingga Laura bisa melihat dan merasakan kedekatan emosi 'Pasangan Emas Olimpiade' tersebut.
Istri Leo Sandjaja ini melihat pasangan legenda bulu tangkis tersebut memiliki karakter yang mudah bergaul sehingga tidak sulit bagi alumnus Fakultas Ekonomi Binus University ini untuk mendalami karakternya.
Dalam keseharian, kata Laura, Susy itu santai. Kondisi tersebut berubah 180 derajat saat berada di lapangan dan berhadapan dengan musuhnya. Perubahan itu didasarkan pada upaya Susi menutup rasa takut dan gugup saat bertanding.
"Mereka orangnya easy going banget. Mereka beda kalau di lapangan saja, ngadepin musuh untuk nutupin perasaan takut, nervous-nya itu gimana. Tapi kalau hari-hari mah mereka seperti kita-kita," kata Laura.
Satu pelajaran yang dipetik Laura dari Susy ialah nasionalisme. Secara pribadi, Laura mengaku tidak kesulitan membangun nasionalisme layaknya Susy. Pasalnya sebagai warga negara Indonesia, ia memiliki nasionalisme yang tinggi.
Apalagi belakangan ini kerap ada diskriminasi rasial. Namun, Laura mengaku tidak pernah mendapatkan diskriminasi.
"Diskriminasi ras tidak ada. Teman-teman juga macem-macem banget. Jadi enggak berasa. Untuk membangun nasionalisme tidak kesulitan. Kita kan semua warga negara indonesia," pungkas Laura. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved