Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Andry Ganda Senyum Adalah Sumber Kekuatan

Galih Agus Saputra
10/5/2019 00:00
 Andry Ganda Senyum Adalah Sumber Kekuatan
Andry Ganda(Instagram)

APA yang terbesit dipikirkan Anda ketika pertama kali mendengar nama Jackie Chan? Legenda hidup di dunia bela diri dan seni peran, yang selalu membuat orang lain tersenyum, bahkan tertawa saat melihat karyanya. Orang-orang yang hidup di dunia kreasi konten atau Youtuber, sepakat di Indonesia ada sosok mirip aktor itu. Sosok itu, tak lain ialah Andry Ganda.

Andry sendiri tidak keberatan jika orang menganggapnya mirip Jackie Chan. Secara ia mengidolakan aktor tersebut. "Sejujurnya, saya juga selalu berharap agar senyum dan karya saya juga bisa menguatkan dan menghibur semua orang, termasuk menghibur diri saya sendiri yang rapuh,” tuturnya dalam sebuah konten siaran Cameo Project, yang terbit Kamis (2/5).

Andry merupakan salah satu otak di balik layar kanal Youtube Cameo Project, yang viral sejak 2012. Sejalan dengan populernya kanal itu, penghasilan Andry lebih stabil. Ia mencintai pekerjaannya karena ia bisa berkreasi sesuka hati dan menghasilkan uang.

Pada 2013, Andry menikahi kekasih hatinya, Michelle, yang dipacari selama delapan tahun. Dua tahun pascamengikat janji suci, mereka dikaruniai dua anak bernama Conan Gabriel Wijaya dan Crystelline Glenys Wijaya.

Cameo Project memang cukup dikenal sebagai kanal Youtube yang menghibur, lewat berbagai macam konten yang di antaranya juga membahas tentang politik, nasionalisme, dan humanisme pada masa itu. Namun, kehidupan Andry tidak sehumoris di kanal. Pasalnya, Conan divonis terkena talasemia beta mayor saat berusia 8 bulan, sedangkan adiknya menunjukkan gejala yang sama saat usia satu tahun.

“But, life must goes on. Jadi, saya hanya bisa tersenyum, dan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan saya, dan tentunya untuk keluarga saya,” sambung Andry.

Talasemia merupakan penyakit kelainan genetik, akibat putusnya salah satu rangkaian DNA yang membentuk sel darah merah. Akibatnya, tubuh Conan tidak dapat memproduksi sel darah merah yang sempurna sehingga sel darah tersebut mudah rusak dan berumur pendek. Sel darah merah berfungsi sebagai pembawa oksigen dan zat besi. Karena rusaknya sel darah merah, tubuh kekurangan oksigen yang menyebabkan anemia dan terhambatnya pertumbuhan.

Ironinya, kelainan itu tidak ada obatnya. Satu-satunya solusi dengan transfusi darah secara berkala guna menjaga suplai oksigen dalam tubuh. “Biaya untuk transfusi darah setiap bulan tidak murah. Belum lagi efek samping dari transfusi darah, yaitu kelebihan zat besi dalam tubuh yang menumpuk bisa mengakibatkan organ tubuh, seperti jantung, hati, limpa, dan ginjal, berhenti berfungsi, serta tulang yang keropos,” terang Andry.

Beruntungnya pengobatan Conan ditutup BPJS, tetapi yang membuat sedih Andry dan istri ialah harapan hidup penderita talasemia hanya 20 tahun.

Harapan
Secerca harapan bagi keluarga Andry muncul pada akhir 2018. Andry bertemu orang yang berhasil melakukan transplantasi sumsum tulang belakang bagi anaknya yang juga penderita talasemia. Anak dari kenalan Andry itu, kini sudah terbebas dari transfusi darah, tapi pengobatannya tidak bisa dilakukan di Indonesia. Biayanya sekitar 3 juta baht, belum lagi biaya perawatan intensif pascaoperasi yang mengharuskan Andry untuk tinggal di Bangkok selama berbulan-bulan.

Estimasi biaya perawatan satu anak mencapai Rp2 miliar. Sebagai gambaran, bila Andry menabung bersih dan konsisten Rp25 juta per bulan, ia bisa mengumpulkan Rp3 miliar dalam 10 tahun. Padahal, ia butuh Rp4 miliar dan waktu terbaik melakukan transplantasi ialah sebelum 5 tahun.

Padahal, tahun ini Conan merayakan ulang tahun keempat. Jadi, Andry hanya punya waktu kurang dari satu tahun untuk mengumpulkan biaya pengobatan Conan yang kemudian dilanjutkan Crystel. Meski belum tahu cara melalui tantangan itu, Andry enggan mengeluh dan mengasihani dirinya.

“Untuk momen indah bersama dua bocah lucu dan banyak gaya yang melengkapi hidup saya. Untuk keluarga dan teman-teman yang mendukung secara moral dan kreativitas. Untuk Tuhan yang saya percaya akan membukakan jalan, dan untuk semua orang, termasuk kalian. Meskipun kalian tidak bisa bantu saya, senyum ini akan terus ada untuk kalian. Karena dengan tersenyum kita lebih kuat menghadapi dunia,” tuturnya.

Guna membantu Andry, Cameo Project menggalang dana melalui kitabisa.com sejak 24 April lalu, selama 175 hari. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, sudah ada 17.162 donatur yang memberi santunan dan perkiraan dana yang sudah terkumpul mencapai Rp3,3 miliar. (M-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya