Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Musik itu Menyatukan, Menghargai Perbedaan

Thomas Harming Suwarta
14/11/2017 09:30
Musik itu Menyatukan, Menghargai Perbedaan
(MI/SUMARYANTO)

DARI pengalaman tur musiknya ke berbagai daerah di Indonesia, vokalis grup band D'Massive, Ryan Eki Pradipta, 30, semakin yakin soal kekayaan Indonesia justru dalam keberagamannya. Banyak orang Indonesia, menurutnya, sangat toleran dan menghargai perbedaan.

"Minimal saat konser dari Aceh hingga ke beberapa daerah lain, saya menemukan Indonesia luar biasa hebat karena keberagamannya. Yang penting lagi, orang Indonesia itu cinta damai. Bahwa ada yang bermain-main dengan SARA, saya yakin hanya segelintir orang dan itu jadi alat saja, entah untuk politik atau kepentingan lainnya," tutur Ryan saat berbagi cerita di acara Work Room Kekini, di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.

Di sana, Ryan hadir bersama sutradara film Livi Zheng untuk berbagi pengalaman dalam mengartikan perbedaan di tengah situasi masyarakat saat ini yang terkotak-kotak karena adanya perbedaan agama, suku, dan adat istiadat.

"Sejujurnya kalau saya bicara mengenai soal SARA di kita, itu miris saja. Karena ketika bangsa lain sudah berbicara bagaimana menciptakan teknologi untuk memajukan kehidupan mereka, kita kok masih berkutat pada soal-soal SARA gitu lo. Kita, jika ingin maju, ya, tentu soal-soal SARA ini sudah tidak perlu lagi jadi masalah," tambahnya.

Lebih lanjut, Ryan menceritakan pengalaman pribadinya yang berasal dari latar belakang keluarga beragam.

Ayahnya seorang muslim taat dan di pihak ibu memiliki keluarga besar pemeluk Kristen Protestan.

"Jadi, saya sendiri sudah terbiasa dengan perbedaan itu dan tidak ada masalah. Kami saling menghargai, itu esensinya," ucap suami Sri Ayu Murti Sari tersebut.

Bersatu dalam musik

Ryan yang memulai karier band-nya sejak SMP tersebut juga menceritakan dalam perjalanan bermusiknya menemukan pengalaman sangat berharga.

Ia melihat bagaimana orang-orang saat mendengarkan musik justru bersatu tanpa mempersoalkan perbedaan.

"Saat kita konser, sangat tampak tidak ada lagi persoalan mengenai perbedaan itu. Tidak ada yang tanya asal dari mana, warna kulit bagaimana, agama kita apa. Yang ada ialah sama-sama menikmati musik. Jadi, saya meyakini musik itu menghargai perbedaan, melampaui perbedaan, dan menyatukan kita sebagai manusia," ungkap Ryan yang memulai band D'Massive bersama Kiki, Rai, Rama, dan Wahyu pada 2003.

Lagu Jangan Menyerah yang sangat populer di masyarakat, lanjutnya, sangat menggambarkan kebinekaan.

Simak saja liriknya:
'Tak ada manusia yang terlahir sempurna, jangan kau sesali segala yang telah terjadi. Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat, seakan hidup ini tak ada artinya lagi. Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini-melakukan yang terbaik. Tak ada manusia yang terlahir sempurna. Jangan kau sesali segala yang telah terjadi'.

Ryan bahkan pernah menyanyikan lagu itu di gereja atas permintaan seorang pendeta.

Pun ketika di Bali, ia diminta menyanyi di hadapan para tokoh agama Hindu di Bali.

"Tampaknya lagu itu sesuai dengan pesan semua agama dan itu artinya Jangan Menyerah menjadi bahasa universal yang tidak menggambarkan satu agama. Saya terus terang sangat terharu bahwa lagu yang kami buat itu menggugah semua kita tanpa melihat perbedaan," ungkap Ryan.

Menurutnya, lagu itu digubah karena terinspirasi seorang anak umur empat tahun yang tengah berjuang melawan kanker.

Di penghujung berbagi ceritanya, Ryan menitipkan pesan terutama pada generasi muda agar menjadi generasi yang kritis, jangan mudah terprovokasi atau termakan isu-isu hoaks.

"Sambil kita terus bergandengan tangan, terutama pada anak-anak muda, agar jadilah anak muda yang kritis. Jangan mudah terpancing, apalagi hanya oleh isu-isu hoax yang saat ini banyak sekali bertebaran di media-media sosial. Ketika masih berkutat dengan SARA, kita tidak akan pernah maju-maju," pungkas Ryan. (X-7)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya