Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AGAR bisa menjadi negara yang makmur, Indonesia harus menjadi bangsa yang mampu bersaing dan tetap memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara.
Begitu dikatakan Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie.
Menurutnya, hal tersebut bahkan tersirat dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Untuk mewujudkannya, ujar dia, tugas generasi saat inilah yang harus mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia berkualitas.
Berkualitas yang dimaksudnya ialah generasi yang berilmu, beriman, dan bertakwa.
Sebabnya, ujar Habibie, sumber daya lain yang kita miliki dapat habis, tapi sumber daya manusia yang terbarukan tidak akan pernah habis.
"SDM setelah Anda harus lebih baik lagi. Bagaimana cara melihatnya? Dengan berkarya," kata Habibie saat hadir dalam acara perayaan HUT ke-53 Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pada acara tersebut Habibie menyapa semua yang hadir dengan sebutan anak intelektual dan cucu intelektual, sedangkan untuk dirinya sendiri ia menyebut sebagai eyang. Ia menyapa demikian karena sebagian besar yang hadir ialah mahasiswa.
Habibie menyatakan sangat bangga dengan pencapaian Indonesia di masa sekarang, antara lain menjadi bangsa yang kaya dengan keragaman.
Oleh karena itu, Indonesia harus maju bersama-sama tanpa melihat perbedaan-perbedaan.
SDM yang berkualitas, tutur laki-laki yang menyelesaikan studi sarjana hingga doktoral di Rheinisch Westflische Technische Hochschule, Aachen, Jerman, itu, ialah SDM yang seimbang antara ilmu pengetahuan, iman, dan takwa.
Menurutnya, semua nilai-nilai tersebut didapatkan dari proses pembudayaan sehingga menghasilkan insan yang berilmu pengetahuan, beriman, dan bertakwa.
Anugerah keberagaman
Habibie mengajak para generasi muda untuk menerima keberagaman sebagai anugerah.
Dengan kebersamaan dan menerima keberagaman, tuturnya, Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju. Justru dari keragaman itulah, tambahnya, akan muncul ide-ide dan inovasi penting.
"Kita harus bersyukur. Dahulu Bung Karno (Presiden Soekarno) selalu mengatakan orang Belanda menilai bangsa Indonesia malas. Kalau kita ingin masuk suatu klub, tertulis 'dilarang untuk anjing dan pribumi'. Sekarang kita tidak mengenal pribumi atau nonpribumi. Setiap warga negara Indonesia akarnya di sini. Kita sama-sama berjuang," ujar kelahiran Parepare, 25 Juni 1936 itu.
Habibie juga mengatakan sekarang kita bisa membuktikan kita dapat membuat apa saja, bahkan mampu membuat pesawat terbang.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk minder.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada lagi isu SARA sekaligus mengajak generasi muda untuk bersama-sama berjuang demi kepentingan bangsa.
"Justru yang paling tinggi efisiensinya dan baik hasilnya kalau masyarakat yang pluralistis bekerja bersama. Buktinya negara bagian California di Amerika Serikat, yakni tempat pertemuan timur dan barat di sana, mereka dapat berkembang dengan baik," ujarnya.
Kehadiran Habibie pada acara tersebut sekaligus untuk menerima penghargaan seumur hidup untuk bidang rekayasa teknik atas dedikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dari FTUI. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved