Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Khofifah Indar Parawansa - Menjahit Bendera Merah Putih

Indriyani Astuti
14/8/2017 07:53
Khofifah Indar Parawansa - Menjahit Bendera Merah Putih
(Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa -- Dok. @KemensosRI)

MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa, 52, mengunjungi kediaman Ibu Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Sabtu (12/8). “Di sini kita bisa rasakan semangat kebangsaan, bagaimana bendera Merah Putih dijahit Ibu Fatmawati Soekarno. Bendera Merah Putih tidak sekadar identitas bangsa, tapi simbol kedaulatan bangsa dan negara,” ungkap Khofifah.

Ia pun menyempatkan diri menjahit bendera Merah Putih di kediaman Ibu Fatmawati tersebut. Selanjutnya, hasil jahitan dibawanya pulang ke Jakarta.

Khofifah mengatakan, meskipun mesin jahit yang digunakan sangatlah sederhana karena masih menggunakan tangan untuk memutar roda jarum, ia dapat merasakan semangat juang kemerdekaan 17 Agustus 1945 di tengah keterbatasan saat itu karena bendera Merah Putih hasil jahitan Ibu Fatmawati tersebut dikibarkan pada 17 Agustus 1945 dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

“Ini momen yang baik bagi kita semua karena tidak lama lagi Indonesia merayakan HUT ke-72. Di tempat inilah Ibu Fat menjahit bendera pusaka. Dari tempat ini, semoga kita semua bisa menguatkan semangat Merah Putih dalam hati, pikiran, dan perilaku kita,” imbuhnya.

Khofifah berharap bendera Merah Putih tidak saja berkibar di halaman-halaman rumah, instansi, maupun ruas-ruas jalan, tapi juga di hati tiap-tiap rakyat Indonesia. Mengibarkan bendera Merah Putih juga berarti mengibarkan semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, dan nasionalisme yang tinggi.

Tokoh berpengaruh
Bintang Khofifah memang terang. Baru-baru ini media massa asal Amerika Serikat Bloomberg menyebut dirinya sebagai salah satu tokoh berpengaruh di Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla.

Ia dianggap sebagai simbol kesuksesan perempuan di kancah politik nasional. Pujian tersebut disampaikan Bloomberg lewat artikel yang diturun­kan akhir Juli lalu berjudul World’s Biggest Muslim Country Puts More Women Into Senior Roles.

Khofifah yang kini menjabat menteri sosial di Kabinet Kerja dinilai berperan penting dalam upaya pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial di Indonesia. “Parawansa, merupakan salah satu contoh menteri wanita di negara muslim terbesar di dunia. Ini merupakan contoh kesuksesan sebuah negara dalam memecahkan stereotip gender dan agama,” kata artikel yang ditulis reporter Rieka Rahadiana, Molly Dai, dan Karl Lester M Yap itu.

Bloomberg juga menceritakan sedikit perjalanan Khofifah yang dinilai cukup berani mengambil risiko. Saat Soeharto masih berkuasa, Khofifah yang masih berusia 32 tahun membacakan pidato yang sangat kontroversial di hadapan parlemen yang membuat kaget banyak pihak.

Khofifah melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Orde Baru dan pandangan-pandangannya tentang demokratisasi di depan sidang.

Keberanian Khofifah tersebut membuat kariernya di bidang politik kian melejit.

Selain Khofifah, perempuan lain yang menempati jabatan strategis di pemerintahan Jokowi-JK ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (H-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya