Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM tak hanya berfungsi sebagai media hiburan.
Dengan berbagai kelebihannya, film bisa menjadi sarana edukasi, termasuk untuk bidang keagamaan.
Bahkan, kemampuan film dalam menyampaikan pesan-pesan religius dinilai aktris Donita, 28, dapat lebih efektif ketimbang baik artikel ataupun ceramah keagamaan.
"Dari film yang dikemas secara kreatif, banyak yang bisa kita pelajari," terang Donita saat ditemui dalam jumpa pers film religi yang dibintanginya, Bukan Cinta Malaikat, di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, industri film Tanah Air seharusnya lebih banyak membuat film islami yang berkualitas.
Selain bisa mendidik masyarakat, dari sisi pasar, film cenderung menguntungkan sebab mayoritas penduduk Indonesia merupakan kaum muslim.
"Bisa saja dibuat film tentang pentingnya zakat maupun lainnya. Ini salah satu cara yang efektif bagi kita untuk belajar. Semakin banyak yang kita tonton, semakin banyak juga pengetahuan kita," tutur perempuan bernama lahir Noni Annisa Ramadhani itu.
Ia mencontohkan dirinya yang menurutnya jadi banyak belajar nilai-nilai keagamaan dari film Bukan Cinta Malaikat.
Salah satunya terkait dengan perkawinan dan poligami.
Adanya nilai agama yang terkandung dalam film itu juga menjadi alasan Donita untuk berperan di dalamnya.
Dirinya berharap, ke depan akan ada lebih banyak film serupa yang dapat menjadi sarana belajar bagi masyarakat.
Film vs sinetron
Terkait dengan seni peran, Donita mengakui dunia sinetronlah yang membesarkan namanya.
Namun, untuk saat ini, ibu satu anak itu memilih selektif dalam mengambil tawaran peran di sinetron.
"Memang ada kerinduan untuk bermain sinetron, tapi jam kerjanya kadang tidak 'ramah', sampai membuat saya harus pulang pagi," ucap Donita.
Pola syuting stripping yang biasanya diterapkan dalam produksi sinetron, lanjut dia, dikhawatirkan akan mengurangi waktu kebersamaan dengan sang anak yang baru berusia satu tahun tujuh bulan.
"Saya takut kalau kelamaan bermain sinetron, anak saya malah panggil saya tante, bukan mama lagi," candanya sambil tertawa.
Karena itulah, lanjut Donita, pengalamannya bermain film kali ini menjadi salah satu anugerah. Sebabnya, film tersebut membuatnya dapat membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.
Terlebih lagi, porsi adegannya dalam film tersebut tidak terlalu banyak.
Tercatat, dirinya hanya menghabiskan waktu satu minggu untuk proses pengambilan gambar.
"Sekarang, kalau diberi tawaran peran, pasti akan selalu perhatikan faktor risikonya seperti apa. Termasuk apakah saya masih bisa meluangkan waktu bersama keluarga atau tidak," imbuh Donita.
Ia menegaskan kebersamaan dengan keluarga lebih penting, terutama di masa-masa awal tumbuh kembang si kecil. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved