Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Yovie Widianto Industri Kreatif Modal Besar Pembangunan

Richaldo Y Hariandja
09/7/2017 16:15
Yovie Widianto Industri Kreatif Modal Besar Pembangunan
(MI/SUMARYANTO BRONTO)

INDONESIA selama ini terkenal memiliki banyak sumber daya alam yang menjadi modal pembangunan bangsa. Namun, kekayaan tersebut tidak selamanya bakal tersedia sehingga sebagai alternatif Indonesia harus memberdayakan masyarakatnya dalam bidang industri kreatif. Musikus sekaligus komposer Yovie Widianto, 49, yakin kreativitas masyarakat negeri ini tidak kalah bila bersaing dengan negara lain. Kuncinya, pemerintah harus dapat melindungi hak kekayaan intelektual setiap karya cipta anak bangsa melalui regulasi.

"Kita sudah mempunyai Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Memang sedang dalam perjalan ke sana (perlindungan kekayaan intelektual). Oleh karena itu, regulasi menjadi penting," ucap Yovie saat ditemui di sela syuting program kebudayaan Metro TV, Idenesia untuk Indonesia Kaya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kehadiran regulasi juga penting untuk memudahkan terciptanya saluran yang jelas atas kreativitas yang telah bermunculan di masyarakat. Apalagi, industri kreatif, terutama di daerah yang telah banyak mengangkat kebudayaan lokal, berkembang pesat. Namun, personel grup Band Kahitna itu berpendapat regulasi perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat, yakni masyarakat harus mampu mengubah cara pandang terkait hak kekayaan intelektualitas, salah satunya agar mereka berhenti membeli barang bajakan.

"Kalau (masyarakat) masih membeli bajakan, bukan hanya si artis atau musikus yang dirugikan, tapi banyak orang yang terlibat di lagu, film, dan karya cipta lainnya," lanjutnya. Ia lalu mencontohkan beberapa profesi yang terlibat dalam karya cipta, antara lain, sound engineer hingga distributor yang terlibat dalam musik. Oleh karena itu, masyrakat, ujar Yovie, tidak boleh lagi memandang praktik pembajakan hanya merugikan artis. Di Amerika Serikat, lanjutnya, musikus yang memiliki satu hits saja sudah pasti mapan.

"Bayangkan kalau di Indonesia ada perlindungan kuat. Bangsa ini pasti bakal maju dengan kreativitas dan bukan hanya mengandalkan kekayaan alam," imbuhnya.

Permainan anak

Salah satu episode Idenesia yang tengah dibuat sore itu ialah terkait upaya mengembalikan permainan tradisional anak. Yovie menilai permainan tradisional merupakan salah satu cara dasar untuk berkomunikasi dan kerja sama. Oleh karena itu, ia menyayangkan makin turunnya popularitas permainan tradisional anak akibat perkembangan zaman.

"Saya orang yang menghargai spirit zaman. Memang teknologi meudahkan kita, tapi jangan lupakan permainan tradisional," ucap Yovie yang juga personel gurup musik Yovie & Nuno itu. Interaksi yang dikandung dalam permainan tradisi onal, tuturnya, juga dapat mengikis ujaran kebencian yang terjadi di dunia digital. Sebab, interaksi langsung merupakan kunci kesantunan bangsa selama ini. Yovie mengaku rindu untuk mengembalikan lagi musik anakanak. Oleh karena itu, ia pun berencana membuat pertunjukan seni musik khusus anak-anak yang tidak kalah dengan pertunjukan Disney.

"Mudah-mudahan tahun mendatang saya bisa bikin karena saya juga sudah mulai kangen lagi dengan dunia itu," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya