Minggu 29 Januari 2017, 00:00 WIB

Selama Rusun ini Berdiri

MI/RAMDANI | Foto
Selama Rusun ini Berdiri

MI/RAMDANI

 

TUBUH renta Surawiredja hanya terduduk diam di tempat tidur. Lelaki 85 tahun yang biasa dipanggil Mbah Surip itu sebenarnya bukan sakit, juga bukan mengantuk. Akan tetapi, tidak ada cara lain yang bisa ia lakukan untuk melawan panas dan serbuan nyamuk selain duduk melepas baju di balik kelambu. Jika bosan begitu melanda, sejenak ia akan keluar kamar. Namun, pemandangan juga jauh dari menyejukkan karena yang ada hanyalah deretan unit rusun yang telah ditinggalkan penghuni. Dinding yang penuh coretan vandalisme, beberapa malah telah jadi puing berserak, serta tumpukan sampah menceritakan lamanya waktu Mbah Surip sudah hidup tanpa tetangga.

Mbah Surip ialah segelintir orang yang masih bertahan di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara. Peng­huni lainnya di Blok E, F, dan G telah pergi sejak pertengahan 2016, seiring dengan rencana revitalisasi rusun. Mereka, seperti juga Mbah Surip, kebanyakan merupakan warga eks kebakaran Tol Bandengan pada 1998. Mbah Surip mengaku salah seorang anaknya memiliki rumah di Tangerang. “Namun, saya enggan pindah, sungkan. Mau menghabiskan sisa waktu di sini saja sampai rumah susun ini benar-benar dipugar,” ujarnya. Istri dan cucu kesa­yangannya pun setia menemani keinginan sang kakek. Kegigihan, atau mungkin lebih pas disebut ketidakberdayaan yang sama, juga ada pada Roliyah. Kondisi porak-poranda rusun diterimanya dengan ikhlas karena dirasa masih jauh lebih nyaman ketimbang kontrakan di kolong jalan layang yang sebenarnya sudah ia bayar.

“Sumpek, enggak bisa napas,” ujar Roliyah yang kembali ke rusun bersama anak dan cucunya. Di rusun yang telah ditinggali 20 tahun itu pula ia kembali melakoni usaha membuat satai kikil. Ketabahan Roliyah dan Mbah Surip sebenarnya juga menempatkan mereka dalam bahaya. Rusun yang kosong telah sering jadi sasaran penjarahan dan perusakan. Unit Mbah Surip yang terletak di lantai dua pun sudah jadi korban sehingga ia pindah ke unit yang sekarang yang merupakan peninggalan saudaranya.

Di luar berbagai bahaya, para penghuni terakhir Rusun Penja­ringan itu tampaknya harus menye­rah bulan depan. Revitalisasi akan mulai dilaksanakan pada Februari dan direncanakan selesai pada Desember 2017. Itu berarti pula ada penantian lain yang harus dijalani para peng­huni rusun. Akan tetapi, semoga saja dengan selesai revitalisasi nantinya, mereka juga bisa punya kesempatan kembali dan hidup lebih baik. (M-3)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Dalam Keikhlasan dan Kekhusyukan

👤Agus Mulyawan 🕔Minggu 22 Juli 2018, 00:00 WIB
SEPERTI tangan-tangan yang menggapai di pintu Kabah, begitulah perasaan jiwa ketika akhirnya bisa menatap Baitullah di akhir Juni lalu....
 MI/PANCA SYURKANI

Rusia yang Bersatu

👤FOTO DAN TEKS: MI/PANCA SYURKANI 🕔Minggu 13 Mei 2018, 01:05 WIB
JUTAAN warga mengular sepanjang 6 kilometer, melangkah perlahan menuju Lapangan Merah,...
MI/Tiyok

Dari Kos-kosan Menuju Pesantren

👤MI/Tiyok 🕔Sabtu 05 Mei 2018, 00:05 WIB
TERPIDANA kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E), Setya Novanto alias Setnov, mulai Jumat (4/5) menjalani hukumannya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya