Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menjejak Air Bawah Tanah dan Membangun Ketangguhan Bencana Bersama ITB di Mekarmukti

Silmi Sania Hermawardani dan tim PKM Teknik Geofisika, FTTM, ITB
28/11/2025 17:00
Menjejak Air Bawah Tanah dan Membangun Ketangguhan Bencana Bersama ITB di Mekarmukti
Tim PKM Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan upaya mitigasi bencana dan penanganan masalah air bersih, di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.(DOK PRIBADI)

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup masyarakat. Air bersih tidak hanya berkaitan erat dengan aspek kesehatan, namun juga berkaitan dengan aktivitas pendidikan, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. 

Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang menghadapi tantangan keterbatasan air bersih, terutama pada musim kemarau panjang. 

Menurut Sekretaris Desa Mekarmukti, Yadi Damanhuri, wilayah ini pernah mengalami kekeringan parah pada 2021. Fenomena itu mengakibatkan sekitar 150 -200 hektare lahan pertanian tidak dapat digarap sama sekali. Hingga saat ini, masalah air bersih masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat. 

Selain masalah air bersih, Desa Mekarmukti juga memiliki kerentanan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan longsor. Melalui program Pengabdian Masyarakat Desanesha Skema Bottom-Up tahun 2025, tim PKM Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan upaya mitigasi
bencana di desa tersebut.

Tim terdiri dari 3 orang dosen Prodi Teknik Geofisika FTTM; yakni Prof Dr rer nat Ir Wahyudi Widyatmoko Parnadi, MS, Dr Ir Warsa, SSi, MT, dan Dr Setianingsih, ST, MT. Kemudian, satu dosen Prodi Fisika FMIPA Prof Dr Eng Alamta Singarimbun,MSi, serta 10 mahasiswa Prodi Teknik Geofisika. 

Program pengabdian masyarakat tersebut berfokus pada dua hal yaitu pencarian potensi sumber air bawah tanah dan edukasi mitigasi bencana untuk siswa sekolah dasar. 

Pada 12 Oktober 2025, mahasiswa Teknik Geofisika ITB melaksanakan survei geolistrik dengan lintasan sepanjang 170 meter dengan jarak elektroda (spacing) 35 meter. Pengukuran dilakukan menggunakan alat geolistrik ARES dari PT Prihadi. 

Survei itu bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan yang berpotensi menyimpan air tanah, sehingga dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kemudian pada 14 November 2025, dilakukan edukasi mitigasi bencana ke SDN 02 Mekarmukti. Kegiatan dilakukan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh siswa. 

Para siswa diajak mengikuti beberapa eksperimen sederhana, seperti simulasi tanah longsor menggunakan maket, peragaan proses penjernihan air sederhana, serta simulasi gempa bumi melalui pembuatan miniatur bangunan dari pipet. 

Edukasi dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi pagi untuk kelas 3-6 B dengan total 130 siswa dan sesi siang untuk kelas 3-6 A yang diikuti oleh 120 siswa. 

Sebagai upaya keberlanjutan edukasi, pada 28 November 2025, tim PKM ITB juga menyerahkan sebanyak 31 buku komik edukasi mitigasi bencana kepada pihak sekolah. Komik tersebut disusun berdasarkan pengetahuan ilmiah yang disederhanakan tanpa mengurangi ketepatan informasi, sehingga siswa dapat memahami konsep dasar kebencanaan dengan cara lebih mudah dan menyenangkan.

Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ITB diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Mekarmukti dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana. Selain itu, membuka peluang penyediaan sumber air bersih yang berkelanjutan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya