Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

New York Fashion Week Larang Produk dari Bulu Binatang Asli Mulai 2026, Ini yang Dilarang

Nike Amelia Sari
11/12/2025 21:50
New York Fashion Week Larang Produk dari Bulu Binatang Asli Mulai 2026, Ini yang Dilarang
Ilustrasi panggung new york fashion week(Dok: Instagram @nyfwshows)

PAGELARAN mode New York Fashion Week (NYFW) kini mengambil langkah besar dengan menetapkan pelarangan total penggunaan bulu binatang asli mulai September 2026. Keputusan ini dipublikasikan oleh The Council of Fashion Designers of America (CFDA), sebagaimana diberitakan New York Post pada Kamis (11/12).

Dengan pelarangan tersebut, artinya pada Februari 2026 menjadi musim terakhir para perancang masih boleh menampilkan busana berbahan kulit atau bulu hewan. Aturan baru ini dirumuskan melalui kolaborasi dengan Humane World for Animals dan Collective Fashion Justice. Dalam pernyataannya, CFDA menjelaskan penetapan jadwal tersebut memberi kesempatan bagi para desainer untuk beradaptasi. 

“Jadwal bulan September dipilih untuk memberi para desainer ruang dan waktu untuk menyesuaikan materi dan rencana pertunjukan mereka. CFDA akan mendukung para desainer selama masa transisi dan menyediakan sumber daya tentang alternatif,” bunyi pernyataan itu.

Jenis Bulu Hewan yang Dilarang

Kategori bulu yang dilarang mencakup bahan yang berasal dari hewan yang dibesarkan atau ditangkap dan dibunuh secara khusus demi bulunya. Daftar tersebut antara lain cerpelai, rubah, kelinci, domba karakul, chinchilla, coyote, hingga anjing rakun. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi bahan bulu yang digunakan oleh komunitas adat yang berburu secara tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Presiden sekaligus CEO CFDA, Steven Kolb, menuturkan penggunaan bulu dan kulit eksotis di NYFW sebenarnya sudah sangat minim. Bahkan sebelumnya, sejumlah rumah mode besar sudah mengambil sikap tegas. Chanel, misalnya, berhenti memakai bulu dan material eksotis sejak 2018. 

Marc Jacobs juga menghentikan penggunaan bulu pada 2024 setelah menghadapi tekanan para aktivis, dan menegaskan bahwa labelnya tidak terlibat dan tidak akan menggunakan bulu hewan.

Sejumlah merek lain sudah terlebih dahulu beralih dari material tersebut. Coach, Michael Kors, Prada Group, dan Armani Group mulai menghapuskan bulu dari lini produk mereka sejak akhir 2010-an. Ralph Lauren bahkan jauh lebih awal, sejak 2006.

Menurut Kolb, arah industri kini makin jelas. “Konsumen semakin menjauhi produk yang terkait dengan kekejaman terhadap hewan, dan kami ingin memposisikan fesyen Amerika sebagai pemimpin di bidang tersebut, sekaligus mendorong inovasi material,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan media besar. Tahun ini, pemilik Vogue, Vanity Fair, dan Glamour, yakni Condé Nast, menghentikan penggunaan bulu dalam konten editorial maupun iklan, menyusul keputusan serupa yang lebih dulu diambil oleh Elle dan InStyle.

Kebijakan NYFW juga selaras dengan tren global. London Fashion Week sudah lebih dulu melarang bulu pada 2023 disusul berbagai pekan mode lain seperti di Kopenhagen, Berlin, Stockholm, Amsterdam, Helsinki, dan Melbourne. Direktur pendiri Collective Fashion Justice, Emma Håkansson, berharap langkah ini dapat memicu Milan dan Paris Fashion Week untuk mengikuti jejak yang sama.

Selain bulu, sejumlah pekan mode juga memperluas larangan terhadap kulit eksotis. London Fashion Week pada 2024 menegaskan aturan tersebut, sementara Copenhagen Fashion Week menghapus penggunaan kulit eksotis dari panggung sejak awal 2024.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik