Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pasar Jam Tangan Mewah di Indonesia Terus Tumbuh, Jadi Investasi Bernilai

Ihfa Firdausya
09/11/2025 12:54
Pasar Jam Tangan Mewah di Indonesia Terus Tumbuh, Jadi Investasi Bernilai
Peresmian butik terbaru Watches Trader di Prosperity Tower 11G, SCBD Jakarta.(Dok. Watches Trader Indonesia)

MINAT masyarakat terhadap jam tangan mewah terus menunjukkan peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kini, jam tangan bukan lagi sekadar alat penunjuk waktu, melainkan simbol status sosial, gaya hidup, dan instrumen investasi bernilai tinggi.

Menurut laporan Fortune Business Insights 2024, nilai pasar global jam tangan mewah mencapai US$ 53,69 miliar dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Tren ini juga tecermin di Indonesia, seiring dengan bertumbuhnya kelas menengah atas dan meningkatnya daya beli masyarakat urban di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan turut memengaruhi cara pandang terhadap jam tangan. Di tengah dominasi teknologi digital, banyak profesional muda justru beralih ke jam tangan mekanik sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan presisi manufaktur tradisional.

Selain aspek fungsi, jam tangan juga menjadi medium ekspresi diri, setiap merek dan model memiliki karakter serta kisah tersendiri yang memikat para kolektor. Hal inilah yang membuat jam tangan mewah tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai historis dan ekonomi.

Komunitas Kolektor dan Dinamika Pasar Horologi
Seiring dengan meningkatnya minat terhadap horologi, komunitas pecinta jam tangan tumbuh pesat di berbagai kota besar. Klub-klub dan forum daring bermunculan sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, hingga sarana transaksi koleksi.

Berbagai watch gathering dan pameran eksklusif rutin diadakan, menampilkan karya dari brand-brand independen hingga rumah mode ternama dunia. Fenomena ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar jam tangan mewah yang semakin solid dan terorganisi.

Sebagai pusat ekonomi nasional, Jakarta menjadi episentrum utama industri horologi di Indonesia. Kawasan elit seperti Sudirman Central Business District (SCBD) dan Senayan kini dipadati butik jam tangan mewah, didorong oleh tingginya daya beli masyarakat urban, kalangan profesional, dan ekspatriat.

Para kolektor di Jakarta tak hanya membeli jam tangan untuk dikenakan, tetapi juga sebagai aset investasi. Model edisi terbatas atau seri vintage bahkan bisa mengalami kenaikan nilai signifikan dari waktu ke waktu.

General Manager Watches Trader Indonesia, Sugeng Soeparta, menilai potensi pasar jam tangan mewah di Indonesia masih sangat besar.

"Kolektor di Indonesia semakin memahami nilai jam tangan sebagai investasi. Beberapa model seperti Rolex dan Patek Philippe bahkan mengalami kenaikan nilai hingga 30% per tahun," ujar Sugeng dalam peresmian butik terbaru Watches Trader di Prosperity Tower 11G, SCBD Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen menjadi faktor pendorong utama.

"Jika dulu jam tangan hanya dianggap aksesori pelengkap, kini banyak yang melihatnya sebagai simbol prestise sekaligus instrumen investasi," katanya.

Sugeng menambahkan, pembukaan butik di SCBD merupakan langkah strategis untuk mendekatkan diri dengan pelanggan utama.

"Kami berasal dari Surabaya, tetapi hampir 60% pelanggan kami berada di Jakarta. Karena itu, ekspansi ke SCBD adalah langkah logis sesuai karakter pasar jam tangan mewah," jelasnya.

Ke depan, Watches Trader menargetkan posisi sebagai pusat perdagangan jam tangan mewah terbesar di Indonesia, sekaligus menjajaki peluang ekspansi ke pasar Asia Tenggara.

"Kami ingin memperluas jaringan ke Malaysia dan Singapura. Ini bukan hanya soal ekspansi bisnis, tetapi juga memperkenalkan potensi pasar Indonesia ke dunia," tutup Sugeng.

Fenomena meningkatnya minat terhadap jam tangan mewah menegaskan satu hal, yakni di era digital sekalipun, sentuhan tradisi, nilai seni, dan eksklusivitas masih menjadi daya tarik kuat, menjadikan jam tangan bukan hanya perangkat waktu, tetapi juga warisan gaya hidup dan investasi masa depan. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik