Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemerintah Tancap Gas Ekonomi Indonesia 2016

Wib/Jay/Arv/X-10
02/12/2015 00:00
Pemerintah Tancap Gas Ekonomi Indonesia 2016
(Sumber: Nota Keuangan RAPBN 2016/BKPM/L-1/Grafis: Caksono)

TEKANAN ekonomi global yang masih akan terasa tahun depan menjadi tantangan bagi Indonesia. Pemerintah justru optimistis bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Tentu saja upaya itu bukan tanpa syarat. Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan bahwa pemerintah fokus pada pembenahan empat sektor, yaitu keuangan, logistik, energi, dan birokrasi.

"Kalau kita mau keluar dari permasalahan ini, peranan pemerintah harus kuat. Kebijakan pemerintah harus menjadi bagian dari upaya kita mengatasi masalah yang terjadi," ujar JK dalam Indonesia Economic Outlook 2016 di Jakarta, kemarin.

Hadir dalam acara yang diselenggarakan Media Indonesia, Metro TV, dan diorganisasi Citra Activation itu, di antaranya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, dan kalangan pengusaha.

Wapres memaparkan pembenahan keempat sektor tersebut bertujuan menciptakan efisiensi dan meningkatkan produktivitas domestik dan daya saing. Apalagi, menurutnya, Indonesia mempunyai berkah demografi, sumber daya alam, dan pasar yang besar.

"Modal ini harus menjadi kekuatan dan inti dari pembenahan empat sektor itu. Kunci untuk memenangi persaingan, yaitu lebih baik, lebih murah, dan lebih cepat," ujar JK.

Menko Perekonomian Darmin Nasution pun berkeyakinan reformasi ekonomi melalui paket kebijakan yang secara bertahap telah diluncurkan bisa mengakselerasi ekonomi Indonesia tahun depan.

"Ini tahun yang berat, tapi sudah banyak pembenahan internal yang dilakukan, dan ada reformasi ekonomi melalui paket kebijakan, sehingga mulai Januari 2016 Indonesia bisa tancap gas," tutur Darmin.

Sebagai otoritas moneter, BI mewaspadai anjloknya pertumbuhan ekonomi Tiongkok, semakin menurunnya harga komoditas dunia, dan kebijakan normalisasi moneter AS. "Terlepas dari 3 hal itu, Indonesia akan lebih baik karena kebijakan fiskal dan moneter keuangan kita dalam menjaga stabilitas sistem keuangan," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo.

Kepala BKPM Franky Sibarani juga menyampaikan optimismenya dengan ditunjukkan pada capaian kinerja investasi 2015 yang positif. Realisasi investasi selama Januari-September 2015 telah mencapai Rp400 triliun atau 77% dari target investasi 2015 sebesar Rp519,5 triliun.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya