MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan pihaknya tinggal menunggu keputusan Menteri Keuangan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait dengan pelepasan (divestasi) saham PT Freeport Indonesia (PTFI).
Ia mengaku sudah mengirim surat kepada kedua menteri perihal ketertarikan membeli saham PTFI sebesar 10,64%. "Kami sebagai BUMN menulis kepada Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan kalau memang ada divestasi, kami dari BUMN tertarik untuk membeli," ujar Rini di sela Pertamina Energy Forum 2015, Jakarta, kemarin.
Sebanyak 9,36% saham PTFI sudah dimiliki pemerintah dan PT Indocooper Investama. Dengan diambilnya 10,64% saham oleh BUMN, pemerintah bakal mengantongi 20% saham PTFI.
"Kalau bisa kita naikkan jadi 20%, itu kan menjadi kepemilikan yang cukup baik. Kita bisa duduk sebagai manajemen, bisa duduk sebagai direksi yang aktif. Harapannya begitu," terang Rini.
PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) (Inalum) dan PT Aneka Tambang (persero) Tbk (Antam) telah disiapkan untuk membeli saham PTFI sebesar 10,64%. Namun, pemerintah kini masih menunggu penawaran harga saham oleh PTFI. Sesuai PP No 77/2014, pemerintah akan mempertimbangkan nilai saham tersebut. Bila tidak menyanggupi, pemerintah akan menawarkan saham tersebut kepada BUMN, lalu BUMD.
Anggota Komisi VI DPR RI Slamet Junaidi meyakini dimulai dari kepemilikan oleh Antam dan Inalum, di masa depan, Indonesia akan memiliki saham mayoritas PTFI. "Antam dan Inalum jelas mampu mengelola pertambangan. Tinggal kembali pada kemauan pemerintah. Ada tidak keinginan pemerintah?" cetus politikus asal Madura itu. (Jes/RO/E-1)