INDONESIA perlu segera merealisasikan rencana untuk ambil bagian pada kemitraan Trans-Pacific Pratnership (TPP). Langkah itu akan memacu peningkatan kualitas produk Indonesia yang berpengaruh pada daya saing.
Dorongan tersebut datang dari Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Motoo Hayashi yang tengah berkunjung ke Jakarta.
"Bila masuk ke TPP, Indonesia akan menjalankan standar yang tinggi sehingga dapat berkontribusi untuk kemakmuran kawasan," papar Hayashi di sela Indonesia-Japan Business, Trade & Investment Partnership Symposium di Jakarta, kemarin.
TPP merupakan pakta perdagangan bebas terbaru yang melibatkan 12 negara yang meliputi Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Singapura, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Meksiko, Peru, Australia, Selandia Baru, dan Cile. Negara-negara TPP memiliki produk domestik bruto total sekitar 40% PDB dunia.
Lebih lanjut Hayashi menyebut Indonesia sebagai tujuan perdagangan Jepang terbesar di ASEAN. Sebaliknya, Jepang juga merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Indonesia.
Oleh sebab itu, kedua negara perlu memperkuat hubungan di bidang perekonomian. Pemerintah dan sektor swasta Jepang, menurut Hayashi, siap membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur dan industri pendukung di Tanah Air.
"Pengembangan infrastruktur tentu dapat semakin memperlancar arus barang dan orang masuk, sehingga ekspor impor kedua negara bisa diperbanyak. Kami juga bermaksud untuk membina pengembangan industri pendukung," ujar Hayashi.
Di kesempatan terpisah, Presiden Joko Widodo mengingatkan Indonesia tidak hanya akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tapi juga perdagangan bebas lain seperti Trans-Pacific Partnership (TPP) dan perdagangan bebas dengan Uni Eropa.
Oleh karena itu, Presiden meminta para pengusaha yang sudah memiliki daya saing agar berani melakukan penetrasi ke negara-negara lain. Jokowi juga meminta pengusaha tidak takut sebelum bertanding.
"Kan baru bermaksud akan. Sebut namanya saja sudah ketakutan, sebelum berkompetensi," ujar Presiden saat acara pemberian penghargaan Produktivitas Paramakarya di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Presiden menepis anggapan Indonesia bakal rugi jika bergabung ke TPP. Sebaliknya, Indonesia justru akan mendulang keuntungan. Salah satu keuntungannya ialah dapat memasok produk-produk lokal bebas dari hambatan dan pajak.
Tujuan deregulasi Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menambahkan, TPP merupakan kemitraan yang sangat ambisius dan progresif. Hal itu sejalan dengan pendekatan perdagangan Indonesia yang menerapkan berbagai deregulasi.
"Saya mau lebih jujur, sepantasnya kita akui dalam beberapa tahun terakhir Indonesia mengimplementasikan kebijakan yang proteksionis. Analisis kami sebagai pemerintah, kebijakan-kebijakan ini yang justru menghambat perkembangan industri," ujarnya. (Pol/E-1)