Pesawat komersial melintas di dekat proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta,Tangerang, Banten, Rabu (25/2).(ANTARA)
PT Angkasa Pura (AP) II (persero) akan memindahkan setiap penerbangan internasional baik keberangkatan maupun kedatangan ke Terminal III (T3) Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mulai akhir 2016.
Direktur Utama PT AP II (persero) Budi Karya Sumadi mengatakan pemindahan aktivitas penerbangan internasional ke Terminal III Bandara Soekarno-Hatta itu dilakukan karena AP II meminta aliansi maskapai penerbangan internasional, Sky Team, menempatkan infrastruktur tersebut sebagai bandara pengumpul (hub).
"Dengan begitu, mereka transit di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten," ujar Budi seusai acara Business and Economic Forum Pushing Indonesia's Economy Forward and Beyond di Jakarta, kemarin.
Menurut Budi, setelah pemindahan tersebut dilakukan, maskapai Indonesia Air Asia, Batik Air, dan Sriwijaya Air akan melaksanakan aktivitas penerbangan domestik dari Terminal II Soekarno-Hatta. Sementara itu, maskapai Lion Air dan Kalstar Aviation akan melaksanakan penerbangan domestik di Terminal I.
Menurut Budi, saat ini AP II sedang membangun infrastruktur pendukung, antara lain east cross taxiway, runway, dan Terminal III yang membutuhkan pendanaan.
AP II akan memperoleh fasi-litas kredit dari bank BUMN senilai Rp1 triliun di Desember 2015 mendatang. Pinjaman itu untuk memenuhi belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan Rp5 triliun.
Operator yang mengelola 13 bandara itu juga berencana menerbitkan surat utang (bond) untuk mendanai proyek yang sedang dikerjakan.
Di sisi lain, AP II mengungkapkan selisih harga bahan bakar pesawat (avtur) yang mencapai 36% di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara , daripada di luar negeri merugikan AP II.
Tingginya harga avtur menyebabkan maskapai penerbangan asing dan juga domestik mengisi bahan bakar di Bandara Changi, Singapura, sehingga menimbulkan kerugian bagi AP II sebagai operator Bandara Kualanamu. (Bow/E-3)