PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memulai produksi produk terbaru All New Kijang Innova di Pabrik Karawang I, Jawa Barat. Produk dari generasi ke-6 seri mobil legendaris Toyota Kijang di Indonesia itu kini memiliki kandungan lokal (local content) hingga 85%.
"Sejak 1977 kami memproduksi lima generasi Toyota Kijang dan kini meluncurkan generasi ke-6 dengan kandungan lokal hingga 85%. Seri Toyota lainnya yang masih di kisaran 60%," ujar Vice President Director of TMMIN Warih Andang Tjahjono saat peresmian peluncuran All New Kijang Innova di Pabrik Karawang I, Jawa Barat, kemarin.
Menurutnya, investasi untuk pengembangan produk itu mencapai Rp5 triliun yang dipakai membangun fasilitas, SDM, peralatan, dan riset.
"Untuk produksi tidak menambah line baru sebab kita modifikasi beberapa line dan disesuaikan dengan teknologi baru yang ada. Salah satu contohnya ialah penambahan 80 robot (automatic equipment)," terangnya.
Produksi 5.000 unit per bulan diyakini masih bisa meningkat karena Pabrik Karawang I memiliki volume produksi 130 ribu unit per tahun untuk Innova dan seri sport utility vehicle Toyota Fortuner.
"Kita terus berupaya meningkatkan ekspor ke 70 negara dalam bentuk CBU (completely built unit). Namun, prioritas untuk pasar dalam negeri dulu," paparnya.
Pihaknya juga bakal memasok suku cadang dan kelengkapan kendaraan ke negara-negara yang merakit Innova, yakni Malaysia, India, dan Taiwan.
Untuk tahun ini, terdapat peningkatan ekspor hingga 10% terutama ke Timur Tengah dan Asia hingga 1.500 unit per bulan. TMMIN juga akan menyelesaikan pabrik mesin kedua mereka di kawasan industri Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE) pada 2016. Dengan investasi Rp2,3 triliun, pabrik itu akan berkapasitas produksi 216 ribu unit per tahun.
Selain itu, dalam lima tahun ke depan Toyota berencana menambah investasi sekitar Rp20 triliun. Sebelumnya dari 2012 hingga 2014 pabrikan Jepang itu menanamkan modal hingga Rp13 triliun.
Berdayakan pemasok lokal Menteri Perindustrian Saleh Husin yang meresmikan peluncuran produk itu mengapresiasi Toyota yang mengaplikasikan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 85%.
"Selain itu, TMMIN memberdayakan 123 perusahaan komponen lokal dari tier I-tier III. Untuk pabrik, mereka dapat mempercepat pengembalian investasi. Market share juga menguat baik di dalam negeri maupun ekspor. Mereka makin efisien," terangnya.
Saleh pun berharap Toyota juga terus meningkatkan pasar ekspornya. "Sektor otomotif nasional sudah memenuhi standar dan kriteria internasional sehingga bisa masuk ke pasar mana pun."
Produksi itu juga membantu Indonesia mengurangi defisit perdagangan otomotif yang hingga saat ini cukup membebani perekonomian nasional.
Produksi dan penjualan ekspor, imbuh Saleh, menandakan iklim investasi nasional semakin baik dan mampu menyaingi produsen otomotif lainnya di ASEAN.
"Kita yakin berbagai paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan sejak September 2015 akan semakin meningkatkan iklim usaha yang ada dan pada akhirnya akan semakin meningkatkan kepercayaan investor untuk masuk ke Indonesia," ulasnya. (E-4)