Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Banting Setir Bisnis Pahlawan Bulu Tangkis

Jajang Sumantri
23/11/2015 00:00
Banting Setir Bisnis Pahlawan Bulu Tangkis
( Rudy Herjanto Saputra---Dok. Pribadi)
JIKA Anda penggemar bulu tangkis, pasti tak asing dengan nama Rudy Herjanto Saputra. Bersama tandemnya, Kartono, ganda putra Indonesia itu pernah menyabet juara All England pada 1981 dan 1984.

Kini, di saat banyak pahlawan olahraga yang terlunta seusai mendarmabaktikan diri mereka bagi negara, Rudy justru bisa berdaya dengan menjadi pengembang hunian vertikal Apartemen Green Pramuka di Jakarta.

"Semua terjadi begitu saja. Mungkin ini sudah garis tangan saya. Sekolah saya tinggalkan, tapi saya sukses di bulu tangkis. Setelah pensiun itulah saya harus memutar otak untuk melanjutkan hidup dan tetap bisa berdaya," kata Rudy, Chief Executive Officer PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS), dalam perbincangan dengan Media Indonesia, di Jakarta, awal November lalu.

Kegandrungannya pada bulu tangkis memang sempat membuatnya meninggalkan bangku kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan, Bandung, dan menceburkan diri di cabang olahraga tepok bulu itu sepenuhnya. Kemashyuran dari prestasinya di lapangan badminton seakan meredup saat ia memutuskan untuk pensiun pada 1987 silam.

"Saya banting setir, buka usaha menjadi kontraktor, meski tidak ada bekal yang cukup untuk menjadi pengusaha. Awalnya terasa sulit," kenangnya.

Mengawali karier sebagai kontraktor, Rudy didapuk menjadi CEO DPS pada 2012 setelah beberapa tahun terlibat sebagai subkontraktor di beberapa proyek infrastruktur dan menjadi rekanan untuk pembangunan hunian bagi pekerja PT Angkasa Pura I. Modal kerja keras dan kejujuran membuat dia banyak dikenal orang di dunia properti.

Proyek besar pertamanya berupa apartemen di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kaveling 49, Jakarta Pusat. Dengan mengusung nama The Green Pramuka City, apartemen kelas menengah itu dipercayainya akan menjadi <>trendsetter konsep hunian vertikal terpadu di Jakarta.

Proyek rintisan dengan 13 tower tersebut menelan investasi total hingga Rp4,5 triliun untuk membangun hunian serta fasilitas umum dan fasilitas sosial di atas lahan seluas 12,9 hektare.

"Sejak diluncurkan awal 2010, proyek ini memberi imbal hasil investasi (return of investment) 40%-50%, di atas rata-rata pengembalian investasi apartemen lain di Jakarta yang berkisar 20%-30%," tutur pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 61 tahun silam itu.

Unsur hijau dengan penyediaan taman menjadi bagian konsep sustainable living apartment yang ia terapkan dengan mengedepankan penyediaan ruang publik hingga 80% dari total luas lahan.

"Fasilitas komersial dan hiburan lengkap, akses yang serbadekat dengan pusat kota, dan dengan harga yang sangat terjangkau, itu tawaran kami," ujarnya berpromosi.

Gandeng Perum DAMRI
Letak yang strategis berada di tiga titik pertemuan wilayah Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara) menjadi salah satu keunggulan yang Rudy jual kepada para calon penghuni apartemen tersebut.

Selain itu, akses transportasi umum yang terhubung dengan dua koridor <>busway interchange dan berbagai fasilitas angkutan umum lainnya menjadi keunikan tersendiri bagi Green Pramuka City.

"Baru-baru ini kami menggandeng Perum DAMRI membuka rute baru bus DAMRI dari dan menuju Green Pramuka City-Bandara Soekarno-Hatta untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penghuni. Saya senang karena Perum DAMRI antusias bekerja sama dengan kami. Penghuni di sini pun menjadi terbantu," ujar bapak dua anak ini.

Saat ini DPS telah menyerahterimakan pembangunan empat tower tahap pertama dan saat ini tengah menyelesaikan pembangunan keempat tower dari tahap kedua.

Pembangunan fase kedua Green Pramuka City yang terdiri dari empat tower (tower 5-8), yaitu Tower Orchid, Penelope, Scarlet, dan Nerine, tengah memasuki tahap penyelesaian yang ditandai dengan acara seremonial pemasangan atap topping off tower 5 pada Juni lalu.

Dengan selesainya tahapan struktur ini, pembangunan tower 5 akan memasuki tahapan finishing dan serah terima pada 2016.

"Mudah-mudah semua sesuai rencana dan target. Kami sadar kami ini pengembang kecil. Jangan bandingkan kami dengan pengembang besar yang telah sukses," imbuh Rudy merendah.

Berkah bulu tangkis
Meski kini telah menjadi sosok yang sukses di dunia bisnis, Rudy tetap memiliki perhatian besar terhadap bulu tangkis. Olahraga ini masih menjadi andalannya untuk menjaga kebugaran tubuh meski kadang ia meluangkan waktu bermain tenis dan golf. "Kalau tenis dan golf kadang bermain karena ada muatan bisnis," selorohnya.

Prestasi bulu tangkisnya melejit saat ia tamat SMA. Kala itu Christian Hadinata mengajaknya kembali bermain untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 1977. Kemudian Rudy berpasangan dengan Nara Sudjana mewakili Jawa Barat dalam PON yang berlangsung di Jakarta tersebut. Pasangan itu berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Liem Swie King/Kartono dari Jawa Tengah.

Kartono yang ia kalahkan itu justru nantinya menjadi pasangan tetap Rudy. Kiprah keduanya berkibar dengan raihan gelar bergengi sebagai juara All England 1981 setelah mengalahkan pemain Indonesia yang lebih dulu melegenda, Tjun Tjun/Johan Wahyudi, di babak final.

Pun pada 1984, Rudy/Kartono kembali mengulang keberhasilan di ajang yang sama dengan menundukkan andalan Inggris Martin Dew/Michael Tredgett di 'Negeri Ratu Elizabeth' itu.

"Saya tidak pernah merasa jadi pahlawan bulu tangkis. Tapi saya yakin ada berkah dari keterlibatan saya di bulu tangkis yang membuat saya sekarang bisa menapaki bisnis ini," tandasnya. (E-3)

-----------------------------------

Biodata :
Nama : Rudy Herjanto Saputra
Tempat, tanggal lahir : Tasikmalaya, 19 Oktober 1954
Nama Istri : Suzie Ogeh
Nama Anak  : Yodi Saputra
           : Yoan Saputra
Hobi : Bulu tangkis, tenis, dan golf

Pendidikan :
- FISIP Universitas Parahyangan, Bandung (tidak lulus)

Karier :
-2012-sekarang: CEO PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS)
-1987-2012: kontraktor



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya