Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Berkenalan dengan GT-R dan Leaf

Xan/S-2)
19/11/2015 00:00
Berkenalan dengan GT-R dan Leaf
(MI/INSAN)
NISSAN adalah pionir mobil listrik produksi massal melalui kehadiran Leaf pada 2010. Lima tahun setelah kelahirannya, saya 'berkenalan' dengan mobil listrik paling laku di dunia ini, juga dengan mobil sport Nissan paling garang yakni GT-R. Sebenarnya bukan hanya dua mobil itu yang saya kendarai di Grandrive, fasilitas pengujian kendaraan Nissan di Oppama, Jepang, akhir Oktober lalu. Saya juga 'mencicipi' Infiniti Q70 Hybrid, Infiniti Q50 350 Hybrid, mobil ringkas Nissan Cube, sampai X-Trail Hybrid yang baru dijual di Indonesia mulai Agustus.

Meski demikian, kesempatan untuk menjajal tiap-tiap mobil hanya satu putaran (3,77 km) dengan cara konvoi berkecepatan maksimal 80 km/jam membuat kenangan terbesar ada di Leaf plus GT-R, yang teramat berbeda dari yang lain. Kesan lapang dan futuristik terasa saat saya memasuki kabin Leaf. Meter cluster yang sepenuhnya digital, tuas transmisi otomatis berwarna perak dan biru kromium nan unik--yang lebih menyerupai tombol ketimbang tuas--menjadi dua pencetus utama sugesti itu.

Kesenyapan mesinnya luar biasa, amat jomplang dari mesin konvensional. Tarikannya pun halus dan tak terasa berjeda. Sayang, kecepatan maksimal 120 km/jam tak bisa saya capai dalam kondisi konvoi itu. Leaf, berdasarkan penjelasan pemandu wisata selama tur ke Nissan Heritage Museum di Zama, Jepang, mengusung baterai litihium-ion 24 kwh, dengan konsumsi energi 114 kwh/km. Adapun jarak yang mampu ditempuh saat baterai penuh ialah 228 km. Kedua ialah hasil pengetesan menggunakan metode JC08.

Daya maupun torsi yang mampu diproduksi baterai tersebut masing-masing ialah 80 kw di 3.008-10.000 rpm dan 254 Nm di 0-3.008 rpm. Leaf memiliki kemampuan regenerasi energi baterai saat deselerasi, pun pengereman yang ditunjukkan di meter cluster. Chief Executive Officer Nissan Motor Corporation Carlos Ghosn di hari perdana Tokyo Motor Show 2015, Rabu dua pekan lalu, sempat mengutarakan Leaf 2016 akan mengusung teknologi Piloted Drive 1.0, juga baterai baru 30 kwh. "Leaf 2016 akan mempunyai baterai yang mampu meningkatkan jarak penggunaan dengan hanya motor listrik 20% menjadi sekitar 280 km sekali pengisian daya," pungkasnya.

GT-R
Yang paling membuat adrenalin terpacu tentu saja GT-R. Bayangkan, dengan konvoi yang paling-paling berjarak sekitar 10-15 meter antarmobil, tahu-tahu kecepatan saya sudah hampir 100 km/jam. "Slow down GT-R, slow down. Keep your speed and distance," kata sang instruktur di mobil depan dengan logat Jepang yang kental. Padahal, bukan saya yang tak sabaran, melainkan GT-R.

GT-R memang mahakarya Nissan. Atas nama presisi, mesinnya dibuat dengan tangan oleh 'takumi' (master craftsman) dengan waktu pembuatan total 9,3 jam per mesin. Emblem nama takumi yang membuat mesin itu juga dilekatkan di mesin setelah selesai layaknya karya seni. "Karena itu, kami paling banyak hanya bisa membuat 13 mesin per hari," jelas takumi paling kesohor yang uniknya bernama Takumi Kurosawa. Nissan sendiri hanya memiliki lima takumi GT-R di seluruh dunia. Mesin terbaru GT-R berkode VR38DETT dengan kapasitas 3.799 cc. Tenaganya mampu mencapai 550 PS di 6.400 rpm dan torsi 632 Nm di 3.200-5.800 rpm.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya