Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin negara yang tergabung dalam G-20 sepakat mengurangi emisi menjadi dua derajat celsius pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Antalya, Turki.
Rencananya, masalah pemanasan global ini akan dibahas lebih lanjut dalam Konferensi PBB di Paris, Prancis, 30 November-11 Desember mendatang.
"Kami menegaskan tekad kami menyetujui sebuah protokol, instrumen hukum lain, atau hasil yang disepakati dengan kekuatan hukum pada Conference of Parties (COP)21," demikian tekad itu yang tercantum dalam draf pernyataan resmi.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyetujui pakta internasional baru yang ditandatangani 195 negara.
Prancis, dengan dukungan Uni Eropa, berupaya keras membuat pertemuan pembicaraan iklim ini sukses.
Mereka mengaku geram dengan keengganan beberapa negara G-20, di antaranya Arab Saudi dan India, bergabung dalam pengurangan emisi.
"Pada beberapa poin terkesan bahwa kita tidak tinggal di planet yang sama," tutur seorang negosiator asal Eropa setelah 20 jam berunding bersama negara G-20 lainnya.
Saat menanggapi rencana ini, Presiden Joko Widodo meminta negara-negara maju memberi contoh pengurangan emisi serta mendukung aksi pengurangan emisi karbon Indonesia.
Negara maju diharapkan dapat meningkatkan pendanaan, melakukan alih teknologi ramah lingkungan dan memberi bantuan pembangunan kapasitas.
Dalam sesi Working Lunch on Development and Climate Change di KTT G-20, Jokowi mengingatkan pentingnya negara maju untuk memobilisasi bantuan bagi negara berkembang sebesar US$100 miliar pada 2020 untuk mengatasi perubahan iklim.
"Setiap negara patut memberikan komitmennya guna memastikan pertemuan COP21 sukses."
Presiden berharap kesepakatan yang dihasilkan nantinya bersifat ambisius, berkelanjutan, dan adil. Indonesia berkomitmen mengurangi emisi 29% di bawah 'business as usual' pada 2030 dan 41% dengan bantuan internasional.
Jokowi menyampaikan bahwa prinsip common but differentiated responsibility (CBDR) sekaligus respective capabilities juga harus dihormati dalam perjanjian perubahan iklim yang akan disepakati di Paris nantinya.
Di akhir pidatonya, Jokowi mengajak semua kepala negara memberikan dukungan kepada para negosiator agar kesepakatan pada COP21 bisa dicapai tepat waktu dan segera diimplementasikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved