Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Antam Dapat Diskon Bunga

MI/WIBOWO
14/11/2015 00:00
Antam Dapat Diskon Bunga
(ANTARA/PUSPAPERWITASARI)
PT Antam (persero) Tbk mengumumkan keberhasilan memperoleh penurunan tingkat suku bunga untuk kredit modal kerja senilai US$100 juta dari PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Hal itu akan membantu Antam menurunkan biaya pinjaman modal kerja.

"Ini merefleksikan kepercayaan perbankan terhadap Antam di tengah volatilitas harga komoditas. Dengan ini, kami dapat menghemat beban pinjaman dan arus kas perusahaan lebih terjaga," ujar Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Laporan keuangan Antam untuk periode sembilan bulan 2015 (9M15) akan disampaikan paling lambat pada 30 November 2015. "Antam mencatatkan kinerja operasional yang positif di periode ini. Produksi feronikel naik 10% menjadi 12.838 ton nikel dalam feronikel (TNi) ketimbang di 9M14," tuturnya.

Kenaikan itu didukung peningkatan jumlah dan kadar bijih nikel umpan pabrik dari tambang nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan Pulau Pakal, Maluku Utara. Seiring hal itu, penjualan feronikel tumbuh 4% menjadi 13.388 TNi untuk ekspor ke Korea Selatan, Eropa, dan Tiongkok.

Penjualan emas melonjak 129% menjadi 12.648 kg (406.643 oz). Di tambang Pongkor dan Cibaliung, Banten, Antam melalui unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia juga memurnikan emas dari pihak ketiga di seluruh Indonesia.

Sementara itu, pelepasan saham baru (rights issue) membuat Antam memperoleh Rp5,377 triliun yang terdiri dari dana penyertaan modal negara (PMN) Rp3,495 triliun dan dana publik Rp1,882 triliun. "Sebesar Rp3,5 triliun untuk penyelesaian pembangunan pabrik feronikel Halmahera Timur tahap I, sisanya digunakan membiayai modal kerja operasional."

KS lepas 10% saham
Di sisi lain, PT Krakatau Steel (persero) Tbk berencana melakukan right issue 10% ke publik. Saat ini, sejumlah 80%, saham KS dimiliki negara dan sisanya milik publik. "Alternatifnya dengan penjualan saham," ujar Direktur Keuangan KS Anggiasari Hindratmo seusai acara Investor Summit & Capital Market Expo 2015 di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, KS akan meminta persetujuan Kementerian BUMN dan DPR untuk merealisasikan rencana itu di 2016. Produsen baja nasional itu juga berencana meminjam dana ke perbankan bila pengajuan PMN tunai sebesar Rp1,5 triliun dan nontunai Rp956,49 miliar tidak disetujui dalam APBN-P 2016. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya