Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Lima Wirausaha Terima Danamon Awards

Ire/X-9
13/11/2015 00:00
Lima Wirausaha Terima Danamon Awards
Dirut Danamon Sng Seow Wah (ketiga dari kiri) dan Wakil Komisaris Utama Danamon JB Kristiadi (ketiga dari kanan) berfoto bersama dengan lima peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2015 seusai pemberian penghargaan di Jakarta, kemarin.(DOK. DANAMON)

PT Bank Danamon Indonesia kembali menggelar Danamon Social Entrepreneur Awards.

Sebanyak lima wirausaha yang meraih penghargaan tercatat membangun usaha untuk mengatasi masalah sosial di lingkungan mereka.

Direktur Utama Danamon Sng Seow Wah mengatakan pencapaian para pemenang sejalan dengan visi Danamon.

"Para peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2015 telah mendirikan usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi diri mereka dan juga masyarakat di sekitar mereka," tuturnya dalam Danamon Social Entrepreneur Awards 2015 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, kemarin.

Ketua panitia pelaksana, Zsa Zsa Yusharyahya, mengatakan 426 orang menjadi peserta ajang tersebut atau naik 21% ketimbang tahun lalu, yakni 352 peserta.

Empat pemenang mendapatkan uang tunai Rp30 juta per orang. Mereka yaitu Ahmed Tessario dari Banyuwangi, Jawa Timur, Putu Gede Asnawa Dikta dan Ni Kadek Citra Ekawati (Bali), serta Yayah Muslimah (Purbalingga, Jawa Tengah), sedangkan satu pemenang lainnya, Fajri Mulya Iresha (Depok), mendapat Rp50 juta.

Mereka bergerak di bidang pengembangan teknologi desa, pengolahan sampah, agrowisata, serta kesehatan dan kecantikan.

Ahmed, misalnya, mengembangkan produksi beras organik dengan omzet Rp1,75 miliar/tahun.

Fajri Mulya dengan Zero Waste Indonesia mengedukasi masyarakat serta mengumpulkan sampah lalu membina bank sampah di sekitar Depok. Omzet CV Zero Waste Indonesia mencapai Rp200 juta per bulan.

Adapun Ni Kadek menciptakan lulur Bali Alus sejak 2000 dan memopulerkan bahan-bahan tradisional untuk perawatan tubuh.

Ia memiliki 100 karyawan dengan omzet Rp15 juta per hari.

"Di masa depan, kami ingin (omzet) sebanyak-banyaknya, tapi kita juga ingin fokus bangun sekolah gratis buat jadi terapis."

Putu Gede mengembangkan Desa Sibetan, Bali, sebagai desa Wisata Agro Park Salak, sedangkan Yayah menjadi perajin bulu mata Yayah Eyelashes.

Proses seleksi dan penjurian Danamon Awards kali ini melibatkan beberapa kalangan.

Mereka yakni Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Rhenald Kasali, Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Choirul Djamhari, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong, serta Danamon Simpan Pinjam Business Performance and Alignment Head Ketut Alam Wangsa Wijaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya