Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kapal Ternak Bantu Tekan Harga Daging

Tesa Oktiana Surbakti
11/11/2015 00:00
Kapal Ternak Bantu Tekan Harga Daging
(Sumber: BPS/L-1/Grafis: Seno)

Beroperasinya kapal ternak diyakini memperlancar distribusi sapi dari daerah ke Ibu Kota. Hal itu diharapkan menekan harga daging.

PEMERINTAH baru saja meluncurkan kapal khusus angkutan sapi. Moda transportasi ternak perdana itu bertugas mendistribusikan sapi hidup dari sentra produksi ke daerah yang kerap defisit daging atau memiliki permintaan daging cukup tinggi.

Kalangan pedagang daging sapi pun menyambut baik upaya pemerintah yang dinilai memberikan dampak positif bagi keberlangsungan peternak di berbagai provinsi. Tidak sampai di situ, mereka bahkan memprediksi ada efek domino dari operasional kapal angkut khusus ternak terhadap indikator penurunan harga jual daging sapi di tingkat konsumen.

Prediksinya berkisar 5%-10% dari rerata harga jual daging sapi yang mengacu pada tiga provinsi dengan konsumsi tertinggi (DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat), yakni Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kg.

"Alhamdulillah. Pemerintah ternyata mendengar usulan pedagang dan peternak, terbukti dari ketersediaan transportasi massal khusus mengangkut sapi," ucap Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi kepada Media Indonesia, kemarin.

Dengan resminya pengoperasian armada angkut sapi dengan kapasitas 500 ekor tersebut, persoalan kelangkaan daging di sebagian provinsi kelak bisa teratasi.

Asnawi tidak menampik kelangkaan stok lah yang ditengarai menjadi pemantik melonjaknya harga daging sapi di pasaran. Pun begitu stok di suatu wilayah menipis, pemerintah dapat segera menugaskan kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk menyalurkan sapi tanpa harus dipusingkan lama waktu perjalanan yang ditempuh seperti halnya via jalur darat.

Senada, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Teguh Boediyana juga menyambut baik kehadiran kapal ternak itu. "Ini betul-betul diharapkan nantinya bisa menekan biaya dan harga daging sapi dan juga bisa memperbaiki tata niaga," ujarnya.

Terobosan yang dinilai bagus itu, menurut Teguh, pasti akan menghadapi berbagai persoalan di lapangan. "Misalnya apakah biaya operasional nanti ditanggung pemerintah ataukah bisnis murni. Tentu pemerintah sudah menghitung berapa biaya yang dibutuhkan sebelum memutuskan untuk membuat kapal ternak."

Perlancar distribusi

Presiden Joko Widodo meresmikan kapal khusus pengangkutan sapi KM Camara Nusantara I di Galangan Kapal PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Bangkalan, Jawa Timur, kemarin.

Kapal berkapasitas 500 ekor sapi itu diyakini bisa memperlancar distribusi sapi dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Ibu Kota. Sebelumnya, sapi-sapi itu diangkut menggunakan truk dengan kapasitas sangat terbatas dan membutuhkan biaya besar.

"Saya senang sekarang kita punya kapal pengangkut ternak, kiriman sapi dari NTT ke Jakarta akan lancar," katanya. Kapal angkutan sapi itu, kata Jokowi, memenuhi standar internasional, sehingga bisa mengangkut barang dan ternak dari sentra produksi sapi di Jawa Timur dan sekitarnya ke daerah-daerah yang permintaannya cukup besar.

"Harganya akan bisa bersaing dengan sapi dari Australia karena biaya angkut sudah menjadi lebih murah," tutur Presiden, didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

KM Camara Nusantara I kelak ditempatkan di Pelabuhan Tenau, Kupang, sebagai pelabuhan pangkal dengan kode trayek RT-1. (Mus/MG/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya