Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar penerimaan pajak adalah belum optimalnya seluruh pelaku ekonomi masuk ke dalam sistem perpajakan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, di Gedung Nusantara II, Jakarta, Rabu, (1/4).
Ia menjelaskan, meskipun jumlah aktivitas ekonomi terus meningkat, tidak semua pelaku usaha telah terdaftar sebagai wajib pajak. Kondisi ini memicu potensi kehilangan penerimaan negara atau potential loss.
“Banyak pelaku ekonomi yang sudah beroperasi, tapi belum seluruhnya tercatat dalam sistem perpajakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4).
Vaudy menekankan bahwa Direktorat Jenderal Pajak perlu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan data untuk memperluas jangkauan wajib pajak.
Menurutnya, integrasi data antarinstansi menjadi kunci untuk mengidentifikasi potensi pajak yang belum tergarap.
IKPI juga menilai bahwa pendekatan berbasis data akan lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam menjaring wajib pajak baru.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya memasukkan sektor informal dan ekonomi digital ke dalam sistem perpajakan.
“Kalau semua pelaku ekonomi sudah terdata, maka potensi penerimaan akan meningkat signifikan,” kata Vaudy.
Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari strategi ekstensifikasi pajak yang harus diperkuat ke depan. (E-4)
Pemerintah finalisasi aturan agar zakat bisa mengurangi pajak. Bukti pembayaran zakat akan terintegrasi otomatis dengan sistem pajak nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved