Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI e-commerce nasional sepanjang 2025 masih mencatatkan aktivitas belanja digital yang tinggi. Namun, pelaku industri mulai menghadapi perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif dan rasional dalam berbelanja.
Perubahan ini membuat platform tidak lagi bisa hanya mengandalkan promosi untuk mendorong transaksi. Meski trafik tetap besar, pelaku industri dituntut menemukan strategi baru agar tetap relevan di tengah pasar yang semakin berhitung.
Induk usaha Sea Limited melaporkan kinerja kuat dari Shopee dengan nilai transaksi bruto (GMV) mencapai US$127,4 miliar sepanjang 2025, tumbuh sekitar 29% secara tahunan. Di Indonesia, Shopee tetap menjadi salah satu platform dengan tingkat penggunaan tertinggi, meski tekanan biaya promosi dan operasional masih menjadi tantangan.
Di sisi lain, PT Global Digital Niaga Tbk yang menaungi Blibli mencatat pertumbuhan yang solid. Perusahaan membukukan pendapatan neto Rp22,36 triliun atau tumbuh 34% secara tahunan, dengan gross profit before discount (GPBD) naik 32% serta take rate meningkat menjadi 8,5%.
Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan kuat di akhir tahun, dengan lonjakan pendapatan kuartalan mencapai 55% secara tahunan, terutama dari penjualan smartphone melalui kanal omnichannel. Jumlah pengguna bertransaksi juga mencapai 5,1 juta sepanjang 2025.
CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengakui tekanan pasar masih akan berlanjut pada tahun ini.
“Tahun 2026 akan tetap penuh dengan tantangan. Pertumbuhan konsumsi Indonesia telah melambat, konsumen tetap selektif, dan intensitas persaingan di sektor e-commerce tidak menunjukkan tanda-tanda mereda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan omnichannel menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi kondisi tersebut, dengan mengintegrasikan kanal daring, toko fisik, dan pengalaman belanja hybrid.
Sementara itu, GoTo Group melaporkan penurunan rugi bersih hingga 77% pada 2025, seiring langkah efisiensi yang dilakukan. Kontribusi Tokopedia terhadap kinerja grup kini berasal dari entitas asosiasi, dengan imbal jasa e-commerce mencapai sekitar Rp820 miliar atau naik 32% secara tahunan.
Tokopedia juga mencatat laba sekitar Rp600 miliar sepanjang 2025, yang turut menopang perbaikan kinerja grup, meski sebagian dipengaruhi faktor non-operasional.
Secara keseluruhan, pergerakan industri sepanjang 2025 menunjukkan bahwa e-commerce Indonesia masih bertumbuh, namun dengan dinamika yang berbeda. Trafik yang tinggi tidak lagi secara otomatis berujung pada pertumbuhan signifikan, terutama ketika konsumen semakin berhati-hati dalam berbelanja. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved