Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Rincian Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini BCA 9 Maret 2026: e-Rate, TT Counter, dan Bank Notes Terbaru

Media Indonesia
09/3/2026 14:27
Rincian Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini BCA 9 Maret 2026: e-Rate, TT Counter, dan Bank Notes Terbaru
Ilustrasi.(Antara Foto)

NILAI tukar Dolar ke Rupiah untuk kurs BCA atau PT Bank Central Asia Tbk terpantau mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Berdasarkan pantauan terbaru pukul 14.15 WIB, kurs jual Dolar AS di kategori tertentu telah menembus angka psikologis Rp17.150.

Pelemahan Rupiah ini dipicu oleh sentimen global yang memperkuat indeks Dolar AS (DXY), sehingga perbankan nasional, termasuk BCA, melakukan penyesuaian nilai tukar secara berkala mengikuti fluktuasi pasar valuta asing (valas).

Update Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini

BCA menerapkan tiga kategori kurs yang berbeda tergantung pada metode transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Berikut adalah rincian kurs Dolar AS (USD) terhadap Rupiah (IDR) per 9 Maret 2026:

Jenis Kurs Beli (Nasabah Jual) Jual (Nasabah Beli)
e-Rate Rp16.950,00 Rp16.970,00
TT Counter Rp16.850,00 Rp17.150,00
Bank Notes Rp16.850,00 Rp17.150,00

Pilih e-Rate untuk Transaksi Lebih Hemat

Bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi valas dengan nilai tukar yang lebih kompetitif, disarankan menggunakan fasilitas e-Rate. Kurs ini berlaku untuk transaksi melalui kanal digital seperti BCA mobile, KlikBCA, dan myBCA. e-Rate memiliki selisih (spread) jual-beli yang lebih tipis dibandingkan kurs fisik.

Sebaliknya, kurs TT Counter dan Bank Notes berlaku untuk transaksi yang dilakukan secara langsung di kantor cabang (teller). Kurs jual pada kategori ini mencapai Rp17.150 karena adanya komponen biaya operasional penanganan uang kertas asing dan administrasi layanan fisik.

Penting: Nilai kurs dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sesuai dengan dinamika pasar keuangan global dan domestik.

Sentimen Pasar Global

Analis keuangan mencatat bahwa penguatan Dolar AS didorong oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi, memperkuat posisi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Hal ini memicu tekanan jual pada mata uang negara berkembang, termasuk Mata Uang Rupiah, yang saat ini berjuang di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000-an di pasar spot. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya