Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMAPANAN finansial yang terlihat dari kepemilikan aset, pendidikan anak yang baik, dan gaya hidup stabil tidak selalu menjamin sebuah keluarga benar-benar terlindungi dari risiko. Fenomena ini dikenal sebagai vulnerability gap atau celah kerentanan, yang masih banyak luput dari kesadaran keluarga Indonesia.
Chief of Marketing Sun Life Indonesia, Maika Randini, mengatakan bahwa kemapanan kerap disalahartikan sebagai keamanan. Padahal, semakin mapan sebuah keluarga, semakin kompleks pula risiko yang dihadapi.
“Banyak keluarga terlihat stabil di permukaan, tetapi sebenarnya sangat rentan ketika terjadi risiko tidak terduga. Kemapanan dan keamanan finansial tidak selalu berjalan beriringan,” ujar Maika Randini dalam keterangannya, Selasa (30/12).
Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya vulnerability gap pada keluarga Indonesia. Pertama, ketergantungan pada satu pencari nafkah utama atau high performer. Ketika seluruh penghasilan keluarga bertumpu pada satu figur, risiko finansial meningkat tajam jika pencari nafkah tersebut mengalami musibah.
Kedua, peningkatan gaya hidup seiring bertambahnya penghasilan. Biaya pendidikan premium, cicilan aset bernilai besar, hingga kebutuhan lifestyle maintenance membuat kebutuhan perlindungan dan dana darurat menjadi jauh lebih besar. Namun, banyak keluarga belum menghitung biaya hidup secara realistis sesuai standar hidup yang dijalani.
Ketiga, kepemilikan aset yang besar tetapi tidak likuid. Properti, bisnis keluarga, atau investasi jangka panjang memang mencerminkan kemapanan, namun tidak selalu bisa segera dicairkan saat dana mendesak dibutuhkan. Proses likuidasi yang panjang sering kali justru menjadi kendala saat risiko terjadi.
Selain itu, tanggung jawab lintas generasi juga menjadi sumber kerentanan. Keluarga pada fase sandwich generation harus menanggung biaya pendidikan anak sekaligus perawatan orang tua lanjut usia. Tanpa perencanaan matang, kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan finansial hingga konflik keluarga.
Berdasarkan Financial Resilience Index Sun Life Indonesia 2025, sebanyak 71% keluarga Indonesia memiliki aspirasi membangun kekayaan keluarga. Menyikapi hal tersebut, Sun Life Indonesia menghadirkan berbagai solusi perlindungan untuk membantu keluarga menutup celah kerentanan sekaligus menjaga keberlanjutan finansial.
Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain perlindungan pengganti penghasilan (income replacement) bagi pencari nafkah utama melalui asuransi jiwa, solusi proteksi waris yang bersifat likuid dan bebas pajak, serta perencanaan lintas generasi yang terstruktur dengan pendampingan tenaga profesional.
“Perlindungan yang tepat membantu keluarga tetap melanjutkan hidup sesuai rencana, bahkan ketika menghadapi kondisi yang tidak diharapkan,” kata Maika.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Sun Life menegaskan komitmennya untuk menjadi “The One You Can Rely On”, mitra tepercaya bagi keluarga Indonesia dalam mengambil keputusan finansial penting dan merencanakan masa depan lintas generasi. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved