Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Industri PKRT Harus Cepat Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

Putri Rosmalia Octaviyani
23/12/2025 17:24
Industri PKRT Harus Cepat Beradaptasi dengan Perubahan Zaman
Pekerti CEO Forum 2025.(Dok. Pekerti)

KETUA Umum Perkumpulan Perusahaan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (Pekerti) Elly Mustrianita, mengatakan para pemimpin dan pelaku industri Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) harus bisa lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal itu ia ungkapkan dalam Pekerti CEO Forum 2025 pada Kamis (11/12) di Hotel Bidakara yang tema Sinergi Industri PKRT Menghadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas.

“Industri PKRT berada dalam fase transformasi yang memerlukan respons cepat dan koordinasi yang kuat. Forum ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama serta menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri,” kata Elly, dalam keterangannya, Selasa, (23/12).

Elly mengatakan forum tersebut dirancang untuk menjadi ruang bagi para pemimpin perusahaan bertukar pikiran dan memahami arah kebijakan, serta merumuskan strategi bersama dalam menghadapi tantangan industri.

Ia juga menekankan pentingnya ada kolaborasi lintas pemangku kepentingan di tengah perubahan regulasi, perkembangan teknologi, dan dinamika pasar yang terus bergerak.

Dijelaskan Elly, PKRT adalah alat, bahan, atau campuran bahan untuk pemeliharaan dan perawatan untuk kesehatan manusia, yang ditujukan untuk penggunaan di rumah tangga dan fasilitas umum. Contoh produk PKRT mencakup tisu, detergen, disinfektan, wadah susu, pembersih lantai, pewangi ruangan, kapur barus, pengendali serangga dan masih banyak lagi. Industri ini memiliki peran penting dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Ia mengatakan, sebagai organisasi nirlaba yang bersifat independen, Pekerti berupaya menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan representasi bagi industri PKRT untuk memastikan bahwa aspirasi dan kebutuhan anggotanya dapat tersampaikan secara konstruktif kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. 

Dalam forum tersebut, dibahas mengenai berbagai hal mengenai tren dan tantangan industri PKRT di Indonesia, strategi pemerintah dalam mendorong pengembangan sektor kesehatan dan perindustrian, serta diskusi panel yang mengangkat tema kolaborasi dan inovasi sebagai kunci peningkatan daya saing.

"Melalui rangkaian sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi industri baik dari perspektif pasar maupun regulasi," katanya.

Industri PKRT dikatakan Elly, diharapkan dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan, menyiapkan strategi yang lebih tepat sasaran, serta menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi pertumbuhan industri di masa mendatang. Forum ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk membangun jejaring profesional dan menggali peluang kolaborasi yang dapat diimplementasikan dalam skala perusahaan maupun asosiasi.

"Hasil dari Pekerti CEO Forum akan dirangkum sebagai rekomendasi strategis bagi industri, yang sekaligus menjadi acuan dalam memperkuat posisi sektor PKRT sebagai bagian penting dari ekosistem kesehatan nasional," tutupnya. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik