Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki pasar potensial bagi inovasi wewangian kelas dunia. Industri wewangian (fragrance) di Indonesia bahkan terus tumbuh secara progresif setiap tahun yakni sekitar 8-10%. Angka itu melampui pertumbuhan industri wewangian di Asia Tenggara yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan dengan CAGR lebih dari 3% hingga 2030.
Hal ini mendorong salah satu industri wewangian nasional, PT Eloi Coco Industries, berkolaborasi bersama International Flavors & Fragrances (IFF), perusahaan fragrance global yang dikenal sebagai pelopor teknologi aroma dan kreativitas, menghadirkan edible fragrances, sebuah inovasi mutakhir menggabungkan teknologi aroma dengan sensasi rasa.
"Terobosan ini dapat membuka peluang baru bagi industri parfum Indonesia, khususnya dalam pengembangan produk dengan konsep kreatif dan berorientasi pengalaman (experience-driven products)," kata Direktur PT Eloi Coco Industries Sacheev Dodani, di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Ia menyampaikan kolaborasi kali ini bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru seperti edible fragrances, tetapi tentang memperluas cara memaknai aroma sebagai bagian dari pengalaman manusia.
"Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar jadi pusat kreativitas wewangian di Asia, dan lewat kerja sama dengan IFF, kami ingin membuka ruang inovasi lebih luas bagi brand dan pelaku industri lokal," ucapnya. Sacheev menambahkan kolaborasi bersama IFF juga menegaskan komitmen perusahaan terus mendorong batasan kreativitas, menghadirkan inovasi berkelas global dan memperkaya pengalaman pecinta wewangian di Indonesia.
Project Manager PT Eloi Coco Industries Azka Aulia menjelaskan pada acara itu pihaknya menghadirkan sejumlah maestro parfum dunia antara lain dari IFF yaitu Ann Wang (ahli industri wewangian global), Mathieu Vannier (tokoh strategis dalam bidang komersial wewangian Asia Timur), serta Aram Boyadjian (pemimpin regional yang berpengaruh di dunia fine fragrance internasional).
Ketiganya berbagi wawasan terbaru tentang tren parfum, teknologi aroma yang sedang berkembang, serta arah masa depan industri fragrance global. Hadir pula dua tokoh penting pada peta industri parfum Indonesia yaitu Prita Anggriana dan Robin Nugraha, yang memberikan wawasan pertumbuhan pasar parfum lokal yang terus meningkat beberapa tahun terakhir.
Pada kesempatan itu, untuk pertama kalinya para klien, undangan, dan pelau industri parfum mendapatkan kesempatan merasakan langsung edible fragrances.
"Acara ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar potensial bagi inovasi wewangian kelas dunia. Pengalaman interaktif yang disuguhkan membuka perspektif baru bagi para klien, sekaligus menginspirasi mereka untuk berani menghadirkan produk berkonsep unik, elegan, dan relevan dengan tren global," papar Azka Aulia. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved