Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ekspansi lewat Diversifikasi Bisnis

 Gana Buana
18/12/2025 11:19
Ekspansi lewat Diversifikasi Bisnis
Ilustrasi diversifikasi bisnis hotel.(Freepik)

KELOMPOK Usaha Saraswanti resmi menggandeng Melia Hotels International sebagai operator pengelola proyek Melia Sentul Resort & Convention Center. Kerja sama ini menandai langkah Saraswanti memasuki segmen perhotelan berjejaring global, di tengah upaya diversifikasi bisnis dan ekspansi sektor properti.

Pemilihan Meliá dinilai mencerminkan strategi Saraswanti untuk memposisikan proyek Sentul pada kelas pasar menengah-atas, khususnya di segmen resort dan MICE. COO Divisi Properti Kelompok Usaha Saraswanti, Bogat Agus Riyono, menyebut pengalaman internasional Meliá menjadi pertimbangan utama.

"Melia Hotels International merupakan operator yang memiliki reputasi kuat di pasar internasional, dengan keahlian manajemen yang telah terbukti di berbagai negara. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah yang besar bagi proyek kami, sekaligus memperkuat posisi Saraswanti dalam industri properti," ujarnya dikutip pada Kamis (18/12). 

CEO Kelompok Usaha Saraswanti, Noegroho Hari Hardono, menilai kolaborasi tersebut bukan hanya soal pengelolaan hotel, tetapi juga kesamaan visi dalam pengembangan aset jangka panjang. Ia menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari arah strategis perusahaan untuk meningkatkan nilai portofolio properti.

Dari sisi operator, Melia Hotels International melihat proyek ini sebagai pintu masuk untuk memperluas eksistensinya di Indonesia. Managing Director Asia Pacific Melia Hotels International, Ignacio Martin, menyatakan kemitraan dengan Saraswanti dibangun atas dasar kepercayaan dan komitmen jangka panjang.

Melia Sentul Resort & Convention Center dirancang memiliki 315 kamar serta fasilitas konvensi, termasuk ballroom berkapasitas besar untuk kegiatan MICE. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat posisi Sentul sebagai kawasan penyangga Jakarta yang semakin dilirik untuk kegiatan bisnis dan pariwisata, meski tantangan persaingan hotel dan fluktuasi pasar tetap menjadi faktor penentu.

Proyek ini direncanakan memulai tahap pembangunan pada pertengahan 2026 dan ditargetkan beroperasi pada semester kedua 2028. Bagi Saraswanti, kerja sama dengan operator internasional ini menjadi ujian awal konsistensi strategi ekspansi properti perusahaan di luar bisnis intinya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik