Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

PUtech Pimpin Diskursus Global soal Masa Depan Konstruksi Berkelanjutan di ICCI 2025

Haryanto Mega
27/11/2025 16:05
PUtech Pimpin Diskursus Global soal Masa Depan Konstruksi Berkelanjutan di ICCI 2025
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo(MI/Haryanto Mega)

POLITEKNIK Pekerjaan Umum (PUtech) untuk pertama kalinya menyelenggarakan International Conference on Construction Innovation (ICCI) 2025. Event tersebut adalah sebuah forum global yang membahas inovasi dan masa depan konstruksi berkelanjutan. 

Konferensi digelar Kamis (27/11) di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus 2 PUtech Semarang, dan dihadiri lebih dari 500 peserta dari dalam dan luar negeri, meliputi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa Indonesia memasuki dekade pembangunan baru melalui Asta Cita, delapan misi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Strategi PU608 menjadi motor Kementerian PU dalam menurunkan ICOR di bawah 6, menekan kemiskinan hingga 0%, serta mendorong pertumbuhan ekonomi ke 8%.

Menurutnya, seluruh target tersebut bertumpu pada infrastruktur sebagai jembatan antara visi dan realitas nasional. Pada 2025, pembangunan yang dikejar mencakup bendungan multifungsi, jaringan irigasi puluhan ribu hektare, jalan dan jembatan strategis, hingga infrastruktur permukiman berkelanjutan seperti sanitasi komunal dan sistem persampahan.

“Semua ini bukan proyek yang berdiri sendiri, melainkani wujud operasional Asta Cita, infrastruktur yang benar-benar mengubah kehidupan masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Ia juga menyoroti peran PUtech sebagai bagian penting strategi pembangunan nasional.

“PUtech adalah living laboratory Indonesia. Di sini inovasi berjalan terus-menerus dan kompetensi dibentuk dengan tujuan,” tambahnya.

Dody menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix, pemerintah pusat dan daerah, industri, akademisi, komunitas, serta media, untuk menghadirkan infrastruktur yang tangguh, adaptif, dan progresif.

Direktur PUtech Brawijaya menyampaikan bahwa sektor konstruksi adalah tulang punggung pembangunan berkelanjutan, namun menghadapi tantangan nyata di lapangan, mulai dari koordinasi kelembagaan hingga distribusi teknologi yang belum merata.

Tema ICCI 2025, 'Bridging Vision and Reality for a Sustainable Construction Future' diangkat sebagai upaya menjawab berbagai kesenjangan tersebut.

Konferensi ini menghadirkan 85 presentasi ilmiah dalam 12 sesi paralel, serta lima keynote speakers internasional, Prof. Indratmo (ITB, Indonesia), Dr. Alwin Commandeur (Haskoning, Belanda) ,Prof. Buntara Sthenly Gan (Nihon University, Jepang), Prof. Jieh-Haur Chen (National Central University, Taiwan), dan Prof. Takafumi Nishikawa (University of Nagasaki, Jepang)

Lima invited speakers dari Inggris, Indonesia, Australia, dan Belgia turut memperkaya perspektif akademik dan industri global.

Direktur Brawijaya berharap konferensi ini dapat memunculkan inovasi yang langsung dapat diterapkan di Indonesia.

“Dengan perspektif global yang beragam, kami berharap konferensi ini menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan infrastruktur yang lebih inovatif, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya. (HT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya