Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Capek Dompet Tipis sebelum Tanggal 25? Ini Metode Budgeting yang Bisa Beneran Kamu Ikuti

 Gana Buana
26/11/2025 18:13
Capek Dompet Tipis sebelum Tanggal 25? Ini Metode Budgeting yang Bisa Beneran Kamu Ikuti
Cara mengelola keuangan dengan baik untuk generasi muda.(Dok. Kredivo)

PERNAHKAH Anda merasa gaji bulanan terkuras begitu saja, bahkan sebelum pertengahan bulan tiba? Banyak pekerja muda mengalami masalah serupa.

Hampir sebagian besar generasi millennial dan Gen Z di Indonesia menghadapi kesulitan dalam mengelola keuangan mereka secara efektif. Artikel ini akan membahas metode anggaran paling realistis yang dapat diterapkan oleh pekerja muda untuk memastikan penghasilan bertahan hingga akhir bulan.

Tak hanya itu, Anda juga perlu wawasan bagaimana layanan finansial seperti Kredivo PayLater bisa menjadi solusi bijak jika digunakan dengan tepat.

1. Memahami Pentingnya Anggaran Keuangan

Anggaran adalah kunci utama dalam mengelola keuangan pribadi. Dengan membuat anggaran, Anda bisa melihat gambaran besar dari pendapatan dan pengeluaran setiap bulan. Pertama-tama, pisahkan pengeluaran menjadi tiga kategori: kebutuhan primer (seperti makan dan transportasi), tabungan, serta keinginan sekunder. Misalnya, jika penghasilan Anda Rp3 juta per bulan, alokasikan minimal 50% untuk kebutuhan primer, 20% untuk tabungan, dan sisanya untuk keinginan lain.

Namun, banyak orang gagal menjalankan anggaran karena kurang disiplin atau tidak realistis dalam menetapkan target. Sebagai contoh, menyisihkan 40% dari gaji untuk tabungan mungkin terlalu berat bagi sebagian orang. Oleh karena itu, penting untuk memilih metode yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan pribadi Anda.

Salah satu teknik mudah yang bisa dicoba adalah "metode amplop," di mana Anda membagi uang ke dalam amplop fisik atau virtual sesuai kategori pengeluaran.

2. Menghindari Jebakan Utang Konsumtif

Utang bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak, tetapi juga bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik. Layanan pinjaman cepat seperti Kredivo PayLater menawarkan kemudahan cicilan tanpa kartu kredit, dengan bunga rendah mulai dari 1.99% per bulan. Untuk member Premium, limit kredit hingga Rp50 juta tersedia, yang bisa digunakan untuk pembelian barang mahal seperti gadget atau furnitur.

Namun, sebelum menggunakan layanan ini, pastikan Anda memahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai Anda terjebak dalam pola konsumtif hanya karena kemudahan akses ke pinjaman.

Sebagai contoh, jika Anda ingin membeli laptop baru seharga Rp10 juta, hitunglah apakah cicilan bulanan sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Gunakan fitur cicilan bunga rendah ini hanya untuk kebutuhan produktif atau investasi jangka panjang.

3. Menabung dengan Tujuan yang Jelas

Menabung tanpa tujuan sering kali terasa abstrak dan sulit dilakukan. Oleh karena itu, cobalah menetapkan tujuan spesifik, seperti menyiapkan dana darurat atau membeli kendaraan baru. Dana darurat idealnya mencakup biaya hidup selama 3-6 bulan, sehingga Anda memiliki perlindungan saat situasi tak terduga terjadi.

Untuk mempermudah proses menabung, gunakan aplikasi pengelola keuangan yang dapat melacak pengeluaran Anda secara otomatis. Aplikasi semacam ini membantu Anda melihat pola pengeluaran dan mengidentifikasi area yang bisa dikurangi. Misalnya, jika Anda sering memesan makanan online, coba batasi frekuensinya menjadi dua kali seminggu untuk menghemat uang.

4. Investasi sebagai Langkah Jangka Panjang

Selain menabung, investasi adalah cara lain untuk memperbesar nilai uang Anda. Bagi pemula, instrumen investasi seperti reksa dana pasar uang atau obligasi bisa menjadi pilihan aman. Risiko rendah pada instrumen ini cocok untuk pekerja muda yang baru mulai belajar tentang dunia investasi.

Namun, ingatlah bahwa investasi bukanlah cara cepat untuk mendapatkan keuntungan besar. Butuh waktu dan kesabaran untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu, pastikan Anda mempelajari dasar-dasar investasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memulai. Anda juga bisa berkonsultasi dengan ahli keuangan untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik.

5. Evaluasi dan Perbaiki Kebiasaan Finansial

Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi rutin terhadap kebiasaan finansial Anda. Buat jurnal keuangan bulanan untuk melihat apakah anggaran yang telah ditetapkan berhasil dijalankan. Jika ada pengeluaran yang melebihi batas, cari tahu penyebabnya dan buat strategi untuk memperbaikinya.

Misalnya, jika Anda sering tergoda untuk berbelanja impulsif, cobalah menunda pembelian selama 24 jam sebelum memutuskan. Teknik ini membantu Anda berpikir ulang apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Dengan evaluasi yang konsisten, Anda bisa mengembangkan kebiasaan finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Mengatur keuangan tidak harus rumit. Dengan menerapkan metode anggaran yang realistis, memanfaatkan layanan finansial secara bijak, dan terus mengevaluasi kebiasaan pengeluaran, Anda bisa memastikan gaji bulanan bertahan hingga akhir bulan. Ingatlah, kunci sukses pengelolaan keuangan adalah disiplin dan komitmen untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya