Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

InJourney Hospitality Proyeksi Tingkat Okupansi di Libur Nataru Capai 74 Persen

Naufal Zuhdi
20/11/2025 12:49
InJourney Hospitality Proyeksi Tingkat Okupansi di Libur Nataru Capai 74 Persen
Ilustrasi(InJourney)

PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality, anak perusahaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), memproyeksikan tingkat okupansi pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2026 akan menyebtuh 74%. Periode tersebut berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka itu lebih tingga 3,3% dibandingkan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Peningkatan okupansi diperkirakan terjadi di seluruh kategori hotel yang berada di bawah pengelolaan InJourney Hospitality. Wilayah Bali tetap menjadi klaster dengan performa terbaik karena masih menjadi destinasi utama wisatawan saat libur akhir tahun. Selain Bali, klaster hotel di kawasan Jawa dan Sumatera juga menunjukkan proyeksi peningkatan hunian yang menjanjikan bila dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan itu menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata. Periode Nataru selalu menjadi momentum tingginya mobilitas wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen menghadirkan berbagai program di seluruh destinasi untuk menarik kunjungan wisata sekaligus memperkaya pengalaman perjalanan.

“Momen libur nataru selalu menghadirkan lonjakan aktivitas wisatawan. Kami menghadirkan berbagai program dan peningkatan layanan untuk memastikan perjalanan wisata semakin bermakna. Dengan proyeksi okupansi rata-rata mencapai 74%, atau naik 3,3% dari tahun sebelumnya. Kami optimistis momentum ini akan memperkuat laju pertumbuhan pariwisata Indonesia,” ujar Herdy.

Menjelang libur panjang akhir tahun, InJourney Hospitality memperkuat seluruh kesiapan operasional di hotel-hotel yang dikelolanya. Audit layanan di berbagai lini seperti F&B, housekeeping, hingga engineering dilakukan untuk memastikan standar pelayanan berjalan optimal. Proses check-in digital ditingkatkan agar pengalaman tamu lebih cepat, nyaman, dan bebas antre. Pemantauan operasional dilakukan secara real-time melalui Task Force 24/7 Monitoring Center untuk memastikan respons cepat terhadap setiap kebutuhan tamu.

Dari sisi komersial, berbagai program seperti promosi early booking dan kolaborasi cross-selling dijalankan untuk menjangkau lebih banyak wisatawan. InJourney Hospitality juga menyiapkan perencanaan logistik dengan buffer stock hingga 30% untuk menjaga ketersediaan suplai selama musim puncak. Sementara itu, penguatan kesiapan SDM dilakukan melalui Human Capital Readiness & Engagement guna memastikan standar layanan berjalan konsisten sepanjang periode liburan.

Untuk menghadirkan pengalaman liburan yang lebih berkesan, seluruh hotel InJourney Hospitality menyiapkan rangkaian acara bertema perayaan akhir tahun. Hotel-hotel tersebut menghadirkan dekorasi liburan, aktivitas khas Natal dan Tahun Baru, serta pengalaman kuliner melalui Christmas Dinner dan New Year Gala Buffet. Selain itu, pendekatan personalized guest touch juga disuguhkan untuk memberikan sambutan yang lebih hangat dan momen kebersamaan yang lebih personal selama masa liburan.

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menambahkan bahwa penguatan operasional, layanan, dan pengalaman tamu dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan standar hospitality Indonesia yang unggul dan berkelas dunia. Ia menegaskan bahwa seluruh strategi disatukan oleh prinsip Local Soul, Global Standard sebagai diferensiasi utama layanan.

“Menjelang libur Nataru 2026, seluruh upaya kami diarahkan untuk menghadirkan pengalaman menginap yang konsisten dan penuh makna. Prinsip Local Soul, Global Standard kami terapkan agar kehangatan budaya Indonesia tetap terasa, tetapi tetap ditopang oleh standar layanan global yang modern dan profesional,” ujar Christine.

Christine juga menekankan bahwa keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas lokal menjadi fondasi penting bagi perusahaan. Menurutnya, berbagai inisiatif seperti penggunaan material ramah lingkungan, kerja sama dengan UMKM, hingga pelestarian seni dan budaya lokal merupakan bagian dari tanggung jawab jangka panjang InJourney Hospitality terhadap masyarakat dan lingkungan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya