Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Rumah Sakit Primaya Karawang Pasang PLTS Atap, Bisa Hemat Listrik hingga 50 Persen Kebutuhan

Muhammad Ghifari A
11/11/2025 22:07
Rumah Sakit Primaya Karawang Pasang PLTS Atap, Bisa Hemat Listrik hingga 50 Persen Kebutuhan
PLTS Primaya Karawang(Doc Youtube Primaya)

IMPLEMENTASI Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Rumah Sakit Primaya Karawang tidak hanya menegaskan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dalam kegiatan operasional rumah sakit. PLTS ini dirancang untuk beroperasi secara sinergis dengan pasokan listrik dari PLN.

Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group, mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar kebutuhan listrik rumah sakit masih bergantung pada PLN. Namun, PLTS yang terpasang berperan sebagai tambahan daya yang signifikan pada siang hari.

"Di waktu puncak, kontribusinya bisa sangat meningkat. Daya yang dihasilkan bisa mencapai 50 persen dari kebutuhan rumah sakit," ungkap Leona di Primaya Karawang (11/11).

PLTS ini tersambung secara paralel dengan panel distribusi utama PLN, yang berarti energi matahari digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan vital rumah sakit, mulai dari pencahayaan, pendingin udara (AC), lift, hingga peralatan medis canggih seperti CT Scan dan MRI. Dengan kontribusi maksimal pada siang hari dan tidak berfungsi di malam hari, Primaya memperkirakan penghematan biaya listrik bulanan rata-rata sekitar 25 persen.

Tantangan Operasional dan Pemeliharaan Rutin

Adhi Lakmanaputra, VP Commercial Xurya Daya Indonesia, menjelaskan bahwa radiasi sinar matahari dan luas atap bangunan merupakan faktor utama dalam memaksimalkan produksi energi. Proses instalasi infrastruktur PLTS di Karawang memakan waktu sekitar enam bulan mulai dari perencanaan hingga operasional penuh.

Mengenai tantangan yang ada, Adhi menekankan kebutuhan untuk melakukan pemeliharaan secara teratur dan disiplin. "Jika pemeliharaan tidak dilakukan dengan baik, kinerjanya bisa menurun, seperti akibat sel solar yang terhalang debu," jelasnya. Pemeliharaan biasa dijadwalkan satu hingga empat kali setahun untuk memastikan efisiensi penyerapan energi tetap terjaga.

Dalam menghadapi kemungkinan pemadaman listrik, Leona menjamin bahwa pelayanan kepada pasien tidak akan terganggu. "Saat ini kita masih menggunakan genset sebagai cadangan listrik, karena PLTS kita belum dilengkapi dengan sistem baterai," katanya. Namun, Primaya berencana untuk mempertimbangkan penambahan teknologi baterai di tahun mendatang agar energi dari matahari juga bisa dimanfaatkan di malam hari serta saat terjadi pemadaman.

Rencana Pengembangan Infrastruktur

Karawang menjadi rumah sakit kedua milik Primaya yang mengadopsi PLTS, setelah Primaya Bekasi Timur yang memiliki kapasitas dua kali lipat lebih banyak.

"Tahun ini Primaya menargetkan penambahan tiga rumah sakit lagi, sehingga total menjadi 20 rumah sakit. Ke depan, kami akan terus menambah 2-3 rumah sakit setiap tahun," ungkap Leona, yang juga menjelaskan bahwa pembangunan gedung sangat menentukan waktu pemasangan PLTS.

"Kami akan menunggu sampai pembangunan Primaya Hospital selesai, baru kemudian memasang PLTS, agar tidak kesulitan dalam memindahkan panel surya," tutupnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya