Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Mentan Amran Ajak Penyuluh Pertanian Kawal Swasembada Pangan Nasional

Irvan Sihombing
10/11/2025 18:23
Mentan Amran Ajak Penyuluh Pertanian Kawal Swasembada Pangan Nasional
Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Subang.(Dok. Istimewa)

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh penyuluh pertanian menjadi motor penggerak utama dalam mengawal visi swasembada pangan nasional. Menurut Amran, sektor pertanian adalah penentu masa depan ekonomi bangsa. 

"Indonesia dapat menjadi negara superpower ekonomi melalui penguatan sektor pertanian," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (10/11/2025).

"Tidak ada yang lebih menginginkan Indonesia maju dan berdaulat pangan selain kita sendiri. Pasarnya besar, potensinya besar, karena itu kita harus bergerak. Kalau kita diam, sama saja kita membiarkan rakyat kita sengsara,” tegas Amran.

Seruan ini diperkuat dengan rampungnya Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Subang, sebagai upaya Kementan meningkatkan kualitas SDM pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan hal serupa.

Menurut Santi, SDM memegang peran penting bagi kemajuan pertanian.

“Peran penyuluh sangat vital dalam swasembada pangan sehingga perlu penguatan komitmen agar satu irama dan satu komando,” kata Santi.

Saat menutup pelatihan, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyampaikan hasil evaluasi publik atas setahun kinerja Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo–Gibran.

“Kinerja Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman, berdasarkan hasil survei nasional tanggal 20–27 Oktober 2025, menduduki peringkat pertama menteri dengan capaian penilaian kepuasan publik sebesar 84,9 persen. Ini menunjukkan bahwa Kementerian Pertanian telah mencapai keberhasilan pada program utama swasembada pangan berkelanjutan,” tutur Ajat.

Ajat juga mengingatkan bahwa pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Agar kinerja SDM membaik, sehingga produktif dan mampu memberi kontribusi terhadap pembangunan pertanian di wilayah masing-masing,” katanya.

Ajat berharap seluruh peserta yang nantinya akan kembali ke wilayah kerja masing-masing dapat mendampingi petani mewujudkan program pemerintah swasembada pangan.

“Sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar. Tiap hari kita harus terus belajar tiada henti agar mampu terus meningkatkan wawasan untuk mendampingi petani di lapangan,” tuturnya.

Setelah menerima materi secara klasikal di BBPP Lembang selama dua minggu, rangkaian pelatihan diakhiri dengan praktik kompetensi pada 30 Oktober–5 November 2025. Terbagi menjadi empat kelompok, peserta ditempatkan di empat wilayah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP): Pamanukan, Ciasem, Pagaden, dan Ciater.

Peserta melakukan tahapan praktik kompetensi mulai dari pengumpulan data potensi wilayah dan menganalisis potensi, masalah, serta pemecahan masalah hingga membuat programa penyuluhan pertanian.

Peserta juga menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan rencana kegiatan penyuluhan pertanian baik dari segi materi, media, metode, maupun evaluasi.

Puncaknya, para peserta pelatihan melakukan praktik penyuluhan kepada anggota kelompok tani di masing-masing desa. Kegiatan praktik kompetensi diakhiri dengan mengolah, menganalisis, dan menyusun laporan hasil praktik kompetensi.

Peserta asal Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Fadlan K. Hamdja, merasa senang dan bersemangat karena datang dari ujung timur Indonesia untuk mengikuti pelatihan di BBPP Lembang.

“Pelayanan yang diberikan oleh panitia luar biasa, mulai dari awal kami datang hingga kami menyelesaikan pelatihan,” katanya.

Fadlan juga bercerita bahwa dirinya memperoleh banyak ilmu baru dari widyaiswara.

“Ternyata tugas dan fungsi penyuluh pertanian itu polivalen, sangat beragam, dan harus bisa menguasai banyak ilmu,” tuturnya.

Di sisi lain, ia mengaku sempat perlu menyesuaikan diri karena berasal dari wilayah timur Indonesia, namun rekan-rekan peserta lainnya membantu menyesuaikan diri dengan cepat.

Peserta lainnya, Seni Kania Marselina, memberikan kesan positif terhadap pelaksanaan pelatihan ini karena memperoleh pengetahuan baru dari para fasilitator yang sangat profesional dalam mengajar.

“Semoga BBPP Lembang tambah sukses dan cemerlang!” ucapnya bangga. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya