Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) tengah merencanakan penggabungan tiga subholding di lini hilir minyak dan gas (migas), yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping.
"Penggabungan ini kita targetkan akan selesai pada akhir 2025 ini," kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam acara rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/9).
Simon menjelaskan, sebelumnya Pertamina telah melakukan pembagian subholding antara hulu dan hilir untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung keberlanjutan. Namun, seiring perkembangan organisasi dan dinamika industri, penyesuaian struktur menjadi langkah strategis yang diperlukan. Penggabungan ini bahkan memungkinkan terciptanya identitas baru, misalnya dengan nama Patra Kilang Shipping.
"Iya, nanti akan digabungkan. Mungkin saja (menjadi perusahaan baru). Bisa jadi Patra Kilang Shipping," jelasnya.
Langkah merger ini, lanjutnya, sejalan dengan fokus strategis Pertamina yaitu menyelaraskan inisiatif perusahaan dalam
mengintegrasikan operasional subholding hilir.
Di satu sisi, Simon mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan bisnis eksisting melalui optimasi hulu, fleksibilitas kilang, transformasi bisnis ritel, dan ekspansi infrastruktur. Di sisi lain, Pertamina terus mengembangkan bisnis rendah emisi, termasuk biofuel, hilirisasi produk kimia, peningkatan kapasitas geotermal, dan teknologi rendah karbon.
Hingga Juli 2025, upaya ini membuahkan hasil dengan pendapatan Pertamina mencapai Rp672 triliun, dengan total produksi migas lebih dari 1 juta barrel oil equivalent per day, dan tingkat yield valuable kilang atau output kilang berupa produk yang memiliki nilai jual tinggi mencapai 84%. (E-1)
Direktur Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan kasus dugaan oplosan BBM yang melibatkan pertamina menurunkan tingkat kepercayaan publik
Simon Aloysius Mantiri memastikan kualitas BBM sudah sesuai standar. Hal itu disampaikannya saat konferensi pers bersama Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin
PERMOHONAN maaf yang disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengenai korupsi tata kelola minyak mentah dianggap tidak cukup
Kementerian BUMN baru saja melakukan perubahan susunan Direksi. Nicke Widyawati digeser dari posisi direktur Utama dan digantikan Simon Aloysius Mantiri.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot posisi Nicke Widyawati sebagai direktur utama (dirut) PT Pertamina (Persero).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved