Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU UMKM harus memahami cara membangun branding yang tepat. Co-founder & Director Sun Eater Group Kukuh Rizal mengatakan branding atau identitas merek di era digital memainkan peran penting agar usaha berkelanjutan dan dapat menyasar target pasar yang tepat.
"Dalam banyak proyek yang saya kerjakan, biasanya saya mulai dengan tiga hal penting yakni menentukan target pasar, marketing, dan branding," ujar Kukuh dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Hal senada disampaikan Kukuh pada sesi Ruang Karya pada ajang Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (22/8/2025). Kukuh menganalogikan membangun branding seperti perjalanan seorang pria yang ingin memiliki pacar.
Dari sekian banyak perempuan, hal pertama yang dilakukan ialah memetakan orang yang ingin didekati. Jika semua didekati, itu tidak efektif, bahkan tidak ada perempuan yang tertarik. Hal itu sama dengan menentukan target market yang ingin disasar.
Selain melakukan pemetaan, hal penting lainnya ialah membangun marketing yang efektif. Dalam hal ini, untuk membangun marketing yang efektif perlu mengenal kebutuhan konsumen.
Setelah memetakan dan membangun marketik, proses berikutnya ialah membangun branding. Itu berarti praktisi UMKM harus menemukan alasan mengapa konsumen menyukai produk yang ditawarkan. "Kenapa seorang perempuan tertarik sama saya, apakah karena anak basket, atau pintar dan lainnya. Nah, itu branding. Jadi (branding) itu penting," paparnya.
Kukuh kemudian membeberkan empat hal penting dalam membangun branding. Pertama, brand yang unik. Keunikan itu bukan hanya perihal perbedaan dengan kompetitor tetapi juga sesuatu yang spesial dari produk yang ditawarkan.
Kedua, brand yang relevan atau sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Fesyen misalnya selalu punya siklus atau ada zaman di mana desain mengarah ke yang ukuran besar atau yang asimetris dan lainnya.
Ketiga, brand satisfied yakni produk UMKM harus memuaskan selera konsumen. Keempat, brand yang visioner karena merek tidak hanya untuk hari ini tetapi untuk jangka panjang.
Ia menambahkan, untuk membangun brand yang visioner, butuh narasi atau cerita. Karena storytelling, terutama untuk anak muda, sangat penting. Contohnya di dunia musik.
"Hari ini dituntut bukan hanya membuat musik seperti zaman dulu, tapi juga public relation yang baik, caption media sosial yang keren, dan lainnya," cetus dia
Sebagai informasi, Kukuh berpengalaman membangun branding di banyak sektor industri mulai dari FMCG, label musik hingga fesyen. Kukuh kemudian membangun Sun Eater Group, sebuah label musik modern yang melahirkan ekosistem kreatif untuk mendukung karya generasi baru.
Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), merupakan platform kolaboratif tahunan yang bertujuan memperkuat ekonomi rakyat. Tahun diselenggarakan merayakan HUT-80 RI dan ulang tahun ke-112 Sampoerna.
Sampoerna bersama pemangku kepentingan terkait berupaya meningkatkan kapabilitas SDM pengusaha UMKM agar lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing yang sejalan dengan misi Asta Cita. (I-1)
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved