Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT kebijakan publik Agus Pambagio memprediksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan terus merugi akibat kewajiban membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kepada Tiongkok. Ini disampaikan merespons pernyataan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, yang sebelumnya menganalogikan utang proyek kereta cepat sebagai bom waktu bagi keuangan perusahaan.
Menurut Agus, beban utang ini berpotensi menjerat keuangan KAI. “Perihal mekanisme pembayaran utangnya nanti bagaimana? Pasti akan peras sana-sini,” ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (24/8).
Diketahui bahwa total biaya pembangunan kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp117,72 triliun (kurs Rp16.350). Dari jumlah tersebut, US$1,2 miliar atau Rp19,62 triliun merupakan pembengkakan biaya (cost overrun).
Agus membandingkan nasib proyek ini dengan kasus Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka. Akibat gagal membayar utang, pemerintah Sri Lanka menyerahkan 70% saham pelabuhan strategis itu kepada China Merchants Port Holdings senilai US$1,12 miliar. Akuisisi tersebut merupakan bagian dari skema penukaran piutang Tiongkok terhadap utang Sri Lanka, yang menuai kontroversi karena dinilai merugikan kedaulatan negara.
Agus menilai potensi serupa bisa terjadi pada proyek kereta cepat di Indonesia. “Ke depan, KAI akan buntung terus dari proyek KCIC ini. Bahkan dulu sudah saya ingatkan kepada Presiden Joko Widodo lima tahun lalu di istana,” kata Agus.
Ia menambahkan, kondisi ini juga bisa membahayakan keuangan negara karena KAI harus terus menanggung beban utang jumbo.
Tahun lalu, misalnya, keuntungan PT Bukit Asam (PTBA) sebesar Rp6 triliun dialihkan untuk menopang kebutuhan modal KAI. Hal ini karena PTBA merupakan salah satu pemegang saham KAI di KCIC.
Dengan proyek mercusuar ini mengalami pembengkakan biaya dan porsi terbesar ditanggung KAI, para pemegang saham akhirnya diminta menyetor dividen atau keuntungan mereka untuk menutup kebutuhan pendanaan tersebut.
"Kan tahun lalu keuntungan PTBA sudah diambil Rp6 triliun untuk jatah KAI," ucapnya.
Meski PT Danantara akan dilibatkan dalam proses penyelamatan proyek kereta cepat, Agus menilai langkah tersebut tidak akan memberi dampak signifikan. Menurutnya, Danantara tidak memiliki kapasitas keuangan yang cukup untuk menanggung beban besar proyek tersebut. Ia bahkan memperkirakan pada akhirnya proyek ini akan diambil alih oleh pihak Tiongkok.
“Itu perkiraan saya, semoga saya salah,” pungkasnya.
Penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Whoosh dipastikan masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Danantara tahun ini. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan pihaknya tengah menyiapkan mekanisme penyelesaian tersebut bersama PT KAI.
“Proses ini sedang kita jajaki dan akan segera dibereskan. Penyelesaiannya akan kita tuntaskan tahun ini dan masuk dalam RKAP,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kendat tidak merinci mekanisme penyelesaian utang tersebut, Dony memastikan koordinasi dengan KAI sudah dilakukan. “Sudah, sudah dikoordinasikan,” katanya singkat.(H-2)
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan pemerintah akan membentuk Komite Nasional utang Kereta Cepat.
SELAMA masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 KCIC mencatat bahwa layanan Whoosh tidak hanya diminati oleh penumpang domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Tujuh gajah Asia liar tewas setelah tertabrak kereta ekspres di Assam, India.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi membuka penjualan tiket kereta cepat Whoosh untuk periode libur akhir tahun.
Sejumlah pakar menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk melakukan restrukturisasi utang kereta cepat yang selama ini membebani BUMN anggota konsorsium
KPK mengungkapkan modus yang terungkap ini sangat merugikan negara karena mengharuskan pemerintah membeli kembali tanah yang seharusnya sudah menjadi milik negara.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan pemerintah akan membentuk Komite Nasional utang Kereta Cepat.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Selasa (20/1).
Sejumlah pakar menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk melakukan restrukturisasi utang kereta cepat yang selama ini membebani BUMN anggota konsorsium
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pembahasan terkait solusi pembiayaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih berjalan.
Danantara dan Pemerintah Kolaborasi Tangani Utang Whoosh, Fokus pada Keberlanjutan dan Efisiensi Operasional
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur menyambut baik rencana kereta cepat dari Jakarta ke Banyuwangi, sebagaimana usulan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved