Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Habitatland, pengembang properti berbasis keberlanjutan, berhasil meraih kemenangan dalam kompetisi bergengsi BTN Housingpreneur 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) dengan tujuan menciptakan wirausahawan di sektor perumahan yang berfokus pada konsep berkelanjutan (sustainability).
“Kami merasa bangga menjadi pemenang setelah melalui proses seleksi ketat yang diikuti oleh 946 peserta di seluruh Indonesia. Kemenangan ini tidak hanya untuk Habitatland, tetapi juga untuk seluruh pihak yang percaya pada visi kami dalam menciptakan hunian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (18/2).
Ia mengatakan, setelah meraih penghargaan tersebut di JCC, pihaknya merasa kemenangan ini sebagai bukti komitmen Habitatland dalam mengembangkan proyek perumahan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kompetisi BTN Housing Preneur terdiri dari dua tahap penjurian. Tahap pertama meliputi seleksi berkas, evaluasi bisnis, dan penilaian ide. Sementara itu, tahap kedua melibatkan sesi Live Pitching dan Grand Judging yang dinilai oleh dewan juri terkemuka, termasuk Gubernur Jawa Barat Kamil Ridwan Periode 2018-2023 Pakar Properti Yu Sang, perwakilan BTN, serta dosen dan praktisi di bidang properti.
“Habitatland memiliki tiga value penting setiap kami menjalani proyek. Pertama, Sustainable Living dengan menerapkan unsur hijau dan ramah lingkungan untuk menciptakan kemandirian setiap rumah. Kedua, Amanah Thayyiban, kami patuh terhadap peraturan undang-undang dan Rencana Tata Ruang Wilayah yang berlaku,” jelas Ryan.
Ketiga, lanjutnya, Creating Happiness, pihak Habitatland berkomitmen memberikan kebahagiaan dan keuntungan bagi semua pihak dan stakeholder yang terlibat.
“Sejauh ini, penerapan Konsep Eco House Development dari Habitatland itu mulai dari penyimpanan air, dengan sumur resapan dan biopori untuk menyimpan debit air hujan sebagai sumber air tanah,” kata Ryan.
Selanjutnya, tambahnya, pengelolaan sampah dengan memasang bio paving block yang mengandung 20% sampah dan 80% adonan pasir semen, sehingga setiap meter jalan menyimpan 2 kg sampah. Sampah organik dikumpulkan dan dijadikan sumber makanan bagi maggot, yang kemudian menjadi sumber protein alternatif.
“Kemudian soal pengelolaan limbah, kami menggunakan bio septic tank yang mengurai kotoran manusia dengan bantuan bakteri. Tidak hanya itu, kami juga memberikan bonus Water RO di setiap rumah, jadi para penghuni bisa minum langsung dari keran,” papar Ryan.
Dengan teknologi tersebut, Habitatland membuat penghuni rumah menghemat hingga 240 galon air per tahun atau setara dengan Rp5 juta. “Target ke depannya, Habitatland berkomitmen terus mengkampanyekan dan melipatgandakan visi misi kami. Kami ingin setiap proyek real estate di Indonesia dapat menerapkan nilai-nilai ramah lingkungan seperti yang kami lakukan. Ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tutur Ryan Adam.
Dengan kemenangan ini, Habitatland berkesempatan untuk bergabung dalam ekosistem perumahan BTN, yang akan semakin memperkuat posisinya sebagai pengembang properti berbasis keberlanjutan terdepan di Indonesia. (H-2)
Pulomas Tower yang terletak di Jalan Kayu Putih Raya ini akan menjadi bangunan yang memiliki konsep modern dan ramah lingkungan.
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved