Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAPAT cerita menarik di balik kesuksesan dua UMKM Mitra Binaan Pertamina yang meraih total penjualan tertinggi dan penjualan dengan jumlah item terbanyak dalam ajang Pertamina SMEXPO 2024 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, 22-27 Oktober kemarin. Dua UMKM tersebut, yakni Kainnesia asal Yogyakarta dan Mutiara Handycraft asal Kebumen.
Kainnesia merupakan produk karya milenial anak bangsa bernama Nur Salam yang mengusung produk berbahan tenun dari berbagai daerah dengan gaya berpakaian kekinian. Dengan komitmen mengenalkan kekayaan tenun nusantara, Kainnesia tidak hanya menawarkan kain tenun tradisional, tetapi juga inovasi produk modern seperti outer, kemeja, tas, dan lanyard berbahan tenun
Berkat keunggulan produk tersebut, Kainnesia memperoleh transaksi penjualan sebesar 275 juta rupiah pada ajang pameran Pertamina SMEXPO 2024. Di samping menjajakan produk tenun melalui Kainnesia, Nur Salam juga memiliki Sekolah Wastra Nusantara (Swantara) dengan semangat yang sama, yakni melestarikan dan menjaga tenun Indonesia. Swantara hadir untuk mengajak anak muda agar lebih mengenal tenun nusantara dan sekaligus untuk melahirkan generasi penenun muda.
Hal ini dilakukannya dengan membuat kurikulum pembelajaran seputar tenun mulai dari pra-produksi, seperti pembuatan moodboard rancangan motif, pengenalan tanaman untuk pewarnaan alami produksi, serta alat-alat tenun. Kemudian, pada tahap produksi, Swantara memberikan pemahaman tentang pembuatan kain tenun, praktik menenun, dan mewarnai. Terakhir, untuk pemasarannya, diberikan pembelajaran seputar teknik fotografi, videografi, public speaking, business networking, dan digital marketing.
Mendukung proyek sosial tersebut, pada tahun 2022, Swantara memperoleh pendanaan dari Pertamina melalui Pertamina Foundation dengan menjadi pemenang kompetisi proyek sosial PFmuda. Dana yang diberikan digunakan untuk alat tenun dan pengembangan kurikulum pembelajaran tenun.
“Bersama Swantara, kami mengajak masyarakat untuk turut serta melestarikan budaya Indonesia khususnya tenun. Dengan program regenerasi penenun, kami berharap banyak pemuda yang tergerak hatinya untuk ikut melestarikan budaya tenun secara langsung. Melalui program ini juga, kami ingin membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda untuk menjadi penenun profesional yang memiliki banyak inovasi di bidang tenun bahkan produk tenun sendiri,” ujar Nur Salam dalam keterangan resmi, Kamis (31/10).
Sama halnya dengan Mutiara Handycraft, milik Irma Suryani, memiliki produk kerajinan tas berbahan karung goni, keset karakter, masker dari kain perca, serta pakaian yang penjahitnya Sebagian besar adalah kaum disabilitas. Pada ajang Pertamina SMEXPO 2024, produknya menjadi yang terlaris dengan total penjualan lebih ribuan item secara langsung maupun pemesanan.
Perjalanan sukses Mutiara Handycraft diikuti dengan kegiatan pemberdayaan kaum disabilitas yang dilakukan. Mutiara Handycraft memiliki 300 mitra difabel di Kebumen atau sekitar 3 ribu difabel di Jawa Tengah (Jateng) yang tersebar di 17 kecamatan di Jateng. Pada tahun 2021, Pertamina melalui Pertamina Foundation mendanai program pemberdayaannya lewat program PFpreneur yang digunakan untuk mesin jahit dan penyelenggaraan pelatihan.
"Sejak awal usaha, saya tidak hanya fokus untuk pribadi, tetapi memberdayakan penyandang disabilitas seperti saya dengan pelatihan menjahit, manajamen modern hingga pemasaran digital. Tujuannya agar para mitra Mutiara Handycraft memiliki pemasukan setiap bulan dan mereka bisa saling menginspirasi satu sama lain untuk berdaya dan mandiri,” ungkap Irma.
Dukungan terhadap para UMKM mitra binaan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Inisiatif ini juga selaras dengan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG), yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta dampak positif bagi masyarakat.
"Kainnesia dan Mutiara Handycraft adalah inspirasi untuk tidak hanya berbisnis demi kepentingan pribadinya, tetapi juga memberdayakan masyarakat sehingga memberikan multiplier effect terhadap pembukaan lapangan kerja baru, penciptaan pengusaha baru, kemandirian masyarakat hingga pelestarian budaya," tutup Direktur Operasi Pertamina Foundation Yulius S Bulo. (Z-11)
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
Bendera inovasi industri manufaktur Indonesia berkibar di panggung global setelah TRK Valves tampil sebagai satu-satunya perwakilan industri manufaktur nasional dalam ajang LNG 2026.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Salah satunya yang paling diminati pengunjung adalah AR Treasure Hunt, sebuah pengalaman eksplorasi ruang berbasis augmented reality.
IMMF CONNECT 2026 ditargetkan menghadirkan sekitar 800 eksibitor dan 15.000 pengunjung dari 20 negara, termasuk Jerman, Italia, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.
Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan memberikan pengalaman berdampak.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved