Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDAGANGAN bebas ASEAN adalah inisiatif penting yang dirancang untuk memperkuat integrasi ekonomi antara negara-negara anggota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations).
Dengan menghilangkan hambatan perdagangan dan investasi, inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara, yang dikenal dengan keragaman budaya, bahasa, dan sistem ekonomi.
Perdagangan bebas ASEAN mencakup berbagai langkah strategis yang diambil oleh negara-negara anggota untuk meningkatkan akses pasar, mengurangi tarif, dan menghapuskan kuota pada perdagangan barang dan jasa.
Baca juga : Federasi Sepak Bola ASEAN Umumkan Shopee jadi Mitra Resmi Utama Shopee Cup™ ASEAN Club Championship
Salah satu komponen utama dari inisiatif ini adalah ASEAN Free Trade Area (AFTA), yang diluncurkan pada tahun 1992. AFTA bertujuan untuk mengurangi tarif perdagangan menjadi antara 0-5% untuk berbagai jenis barang dalam jangka waktu tertentu.
Salah satu manfaat utama dari perdagangan bebas adalah pengurangan tarif impor. Misalnya, tarif pada barang elektronik, seperti televisi dan smartphone, telah dikurangi secara signifikan.
Hal ini membuat barang-barang tersebut lebih terjangkau bagi konsumen di seluruh ASEAN, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan sektor industri.
Baca juga : Australia Siapkan Fasilitas Pembiayaan Investasi di Asia Tenggara
Negara anggota ASEAN mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar satu sama lain.
Contohnya, perusahaan makanan dan minuman dari Thailand, seperti produk makanan siap saji, dapat dengan mudah menembus pasar Indonesia berkat pengurangan tarif dan penghapusan kuota.
Ini tidak hanya membantu ekspansi bisnis tetapi juga memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.
Baca juga : Kompetisi Inovasi dan Kewirausahaan China-ASEAN Ke-2 Telah Dibuka
Perdagangan bebas juga memfasilitasi kerjasama investasi antar negara anggota.
Sebagai contoh, investor dari Singapura sering berinvestasi di sektor infrastruktur di negara-negara ASEAN lainnya, seperti pembangunan jalan dan jembatan di Vietnam.
Ini membantu negara-negara dengan investasi asing langsung yang penting untuk pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Presiden Jokowi Resmikan Pusat Koordinasi dan Kendali Asap Lintas Batas ASEAN
Dengan integrasi yang lebih baik, negara-negara ASEAN dapat bersaing lebih efektif di pasar global.
Contohnya, produsen mobil dari Malaysia dapat menjual produknya ke negara-negara anggota ASEAN lainnya tanpa tarif tinggi, memungkinkan mereka untuk bersaing dengan produsen global seperti Toyota atau Honda.
Meskipun perdagangan bebas ASEAN menawarkan banyak manfaat, beberapa tantangan tetap ada. Perbedaan dalam regulasi, kebijakan ekonomi, dan infrastruktur di masing-masing negara anggota dapat menjadi penghambat dalam pelaksanaan inisiatif ini.
Misalnya, meskipun ada pengurangan tarif, beberapa negara masih memiliki regulasi ketat mengenai kualitas dan keamanan produk yang dapat mempengaruhi kemampuan produk dari negara lain untuk masuk ke pasar mereka.
Negara-negara dengan ekonomi yang lebih kecil juga mungkin mengalami kesulitan dalam bersaing dengan negara yang lebih besar.
Misalnya, perusahaan-perusahaan kecil di Kamboja mungkin kesulitan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dari Indonesia atau Thailand dalam hal harga dan kualitas produk.
Keberhasilan perdagangan bebas ASEAN dapat dilihat dalam beberapa sektor, termasuk pertanian dan manufaktur.
Sebagai contoh, produk pertanian seperti buah-buahan tropis dari Filipina, seperti pisang dan mangga, telah berhasil menembus pasar negara anggota lainnya berkat kebijakan perdagangan bebas.
Selain itu, sektor manufaktur juga merasakan dampak positif.
Banyak perusahaan dari Jepang dan Korea Selatan yang memilih untuk membuka pabrik di negara-negara ASEAN, seperti Vietnam dan Indonesia, untuk memanfaatkan pasar lokal dan menghindari tarif yang lebih tinggi.
Perdagangan bebas ASEAN merupakan langkah penting menuju integrasi ekonomi yang lebih dalam di kawasan Asia Tenggara. Dengan menghilangkan hambatan perdagangan, negara-negara anggota dapat memperkuat kerja sama, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan pasar yang lebih terintegrasi.
Keberhasilan inisiatif ini bergantung pada komitmen dan kerjasama yang kuat antar negara anggota dalam mengatasi tantangan yang ada.
Sebagai kesimpulan, perdagangan bebas ASEAN bukan hanya tentang pengurangan tarif dan akses pasar, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih erat antara negara-negara anggota, menciptakan peluang baru, dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh kawasan. (Z-10)
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5% dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
DI tengah upaya pemulihan dan penguatan pariwisata regional pasca-pandemi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menggerakkan kembali sektor perjalanan di Asia Tenggara.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
TIONGKOK mulai mengoperasikan pulau Hainan di selatan sebagai Hong Kong Baru dengan sistem kepabeanan atau bea cukai baru, terpisah dari daratan utama. Bagaimana pengaruhnya terhadap ASEAN
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved