Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Bermimik wajah dan gestur tubuh yang tepat saat menghadiri pertemuan (meeting) ternyata membutuhkan keterampilan tersendiri. Memiliki skill tersebut, menurut penulis dan kolumnis Financial Times Lucy Kellaway, berpotensi memberikan nilai plus bagi pelaku bisnis dalam menyukseskan pertemuan.
Menurut dia, mimik peserta meeting, idealnya adalah mimik intens yang seolah memprovokasi, tapi dengan sikap tubuh yang anggun. Pembawaan sedemikian rupa dianggap Kellaway sebagai sikap yang mencerminkan superioritas, tapi tidak kasar.
Kellaway mengatakan, kebanyakan eksekutif menghabiskan beberapa jam dalam sehari untuk menghadiri meeting. Sebagian dari waktu tersebut, canda Kellaway, dilakukan sambil diam, separuh menyimak penjelasan dari peserta meeting lain sembari dengan sembunyi-sembunyi mengamati mereka yang tidak menyimak.
Seni untuk menguasai impresi sebagai penyimak, lanjut Kellaway, sebenarnya tidak kalah penting dengan seni berbicara di depan umum. Dan, banyak orang justru mengabaikan hal tersebut. “Beberapa hari lalu saya dikirimi foto saat saya menghadiri diskusi panel. Dua orang tampak melihat ke arah lain, bukan si pembicara. Dua orang lain terlihat depresi, sedangkan saya terlihat seperti marah dengan mata melotot dan menyeringai,” tuturnya seperti dilansir situs BBCNews, baru-baru ini.
Melihat foto itu, ia makin menyadari bahwa ‘mimik meeting’ terlalu penting untuk dibiarkan alami begitu saja. Mimik yang paling sering terlihat pada peserta meeting adalah mimik bosan. “Dan itu tidak pernah terlihat bagus,” ujarnya.
Bahkan, bosan sampai akhirnya tertidur merupakan kemungkinan paling buruk. “Kay Whitmore, CEO Kodak pada 1990-an lebih terkenal karena tertidur dalam meeting dengan Bill Gates, ketimbang prestasinya dalam menjalankan perusahaan,” tutur Kellaway.
Mengangguk secara umum, ujarnya, juga bisa menunjukkan gestus positif. Kellaway mengungkapkan, ternyata ada beberapa jenis anggukan yang dapat dimanfaatkan saat meeting. “Semakin rumit topik diskusi, anggukan dalam kecepatan sedang bisa membuat Anda terlihat cerdas. Tapi, bisa juga Anda mengangguk dengan lebih lambat, anggukan semacam ‘Saya mempertimbangkan ini’.”
Kellaway juga mengemukakan sesuatu yang cukup mengejutkan. Jangan banyak mengumbar senyum ketika meeting. Menurut dia, aturan mimik saat meeting berbeda dengan saat pergaulan biasa di kantor. “Senyum biasanya penting untuk membuat orang lain merasa lebih baik, tapi senyum justru harus dihindari saat meeting, kecuali ada yang sedang melontarkan candaan,” papar Kellaway.
Terlalu sering memasang senyum, imbuhnya, bisa membuat Anda terlihat tidak serius, kelewat antusias, atau bahkan seperti penjilat. “Jadi, walau terkadang dibutuhkan, jangan terbiasa melakukan itu di muka umum,” komentarnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved