Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan bahwa saat ini bisnis ritel di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hal itu dikarenakan saat ini perkembangan bisnis ritel di Indonesia hanya berhasil tumbuh sebesar 3,2 persen pada kuartal II-2023.
"Rata-rata pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia itu hanya 3,2 persen di semester I-2023 ini," kata Roy dalam konferensi pers Rafaksi Minyak Goreng, di Jakarta, Jumat (18/8).
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 tumbuh sebesar 5,17 persen. Dalam pertumbuhan ini, konsumsi rumah tangga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2023 yang mencapai 53,31 persen.
Baca juga: Wamendag: Kita Harus Terus Majukan Ritel di Indonesia
Namun menurut Roy, pertumbuhan ekonomi tersebut sangat berbanding terbalik dengan pertumbuhan bisnis ritel saat ini, yang justru sedang mengalami pelemahan.
"Kondisinya memang sekarang ini ritel sedang tidak baik-baik saja. Yang saya sampaikan sangat kontraproduktif disaat pertumbuhan bagus tapi ritel justru menurun," ujarnya.
Baca juga: Ketepatan Data Menentukan Capaian Target Angka Kemiskinan
Selain itu, Roy juga mengungkapkan bahwa saat ini bisnis ritel sedang mengalami ketidakpastian serta terdapat beberapa tantangan. Ia menyebut, pada saat ini masyarakat cenderung tidak membelanjakan uangnya ke sektor ritel. Melainkan, masyarakat lebih memilih belanjakan uangnya untuk kebutuhan lain.
"Suasana sekarang masih melihat situasi dan kondisi, sehingga ada kecenderungan untuk belanja dan simpan dulu uangnya. Kita tahu pengeluaran masyarakat bukan untuk kebutuhan pokok, tapi sekarang lebih mengutamakan pendidikan karena sedang musim sekolah. Ada juga yang menahan belanja agar lebih secure," tuturnya.
Untuk itu, Aprindo meminta pemerintah agar lebih memperhatikan pengusaha ritel saat ini. Hal itu dikarenakan bisnis ritel sangat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia.
"Aprindo menginginkan pemerintah harus memperhatikan ritel. Jika tidak, maka ritel tidak akan memberikan dampak untuk perekonomian. Kalau ritel bagus maka akan berpengaruh pada perekonomian dan itu bisa membuat pertumbuhan ekonomi lebih bagus lagi," ujarnya. (Fik/Z-7)
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Lanskap ritel di kawasan perkotaan Indonesia diperkirakan terus bergerak hingga 2026, namun arahnya tak lagi bertumpu pada transaksi jual beli semata.
Pertumbuhan kawasan hunian di wilayah penyangga Jakarta turut mengubah lanskap ritel, khususnya pada segmen elektronik dan perlengkapan rumah tangga.
Hypefast akan menggelar Hystoric Hybrid Race, festival wellness dengan konsep hybrid race unik, di Pos Bloc, Jakarta, 7 Februari 2026.
ONE Global Capital mengumumkan pembagian dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun sejak mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved