Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

PP Holding BUMN Energi Segera Terbit

26/7/2016 13:19
PP Holding BUMN Energi Segera Terbit
()

PERATURAN pemerintah (PP) yang memayungi pembentukan perusahaan induk (holding company) untuk BUMN energi akan terbit bulan depan. Hal itu disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam temu media di kantornya, Jakarta, kemarin.

“PP holding BUMN Migas diupayakan terbit Agustus 2016. Ini bisa disebut ‘pecah telur’ soal pembentukan holding BUMN,” kata Rini.

Menurut Rini, terbitnya PP Holding BUMN Migas nanti diharapkan menjadi pemacu PP untuk holding sektor-sektor lain seperti pertambangan, keuangan, perumahan, dan tol. Ia menargetkan seluruh PP untuk holding BUMN bisa rampung sebelum 2016.

Menurut dia, inti pembentukan holding BUMN antara lain tercapainya efisiensi dengan meminimalkan biaya, memperluas investasi, serta menghindari pengurangan karyawan. “Yang paling utama jangan sampai ada double investasi seperti antara Pertamina dan PGN,” ujar Rini

Deputi Menteri BUMN Bidang Energi, Logistik, dan Kawasan Edwin Hidayat mengatakan draf PP holding BUMN energi sudah diteken Menteri BUMN dan tengah menunggu persetujuan Menteri Hukum dan HAM. “Holding juga bisa bersinergi dengan PLN karena terkait dengan bauran energi yang butuh gas untuk menyelesaikan proyek 35 ribu Mw,” ujar Edwin.

Di tempat sama, Direktur Keuangan PT Pertamina Arief Budiman mengatakan dengan terbentuknya holding BUMN energi, investasi diharapkan mencapai US$1,5 miliar pada 2021. Efisiensi pun bisa lebih besar.

“Angka itu didapat setelah mempertimbangkan rencana investasi Pertamina yang serupa dengan rencana investasi PGN. Dengan demikian, belanja modal kedua perusahaan di periode mendatang bisa lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun ini,” ujarnya.

Arief menjelaskan beberapa investasi yang bisa diselaraskan ialah pipa gas Duri-Dumai yang diperuntukkan kilang Pertamina di Dumai dan pasokan ke industri pengolahan sawit. Di samping itu, floating storage regasification unit (FSRU) milik PGN dapat dioptimalkan bersama mengingat Pertamina pun membutuhkan banyak akses gas ke kilang-kilang minyak.

Di lain hal, Pertamina tengah membidik sejumlah blok migas di luar Timur Tengah untuk diakuisisi, seperti di Afrika dan Rusia. “Tahun ini ada beberapa yang dibidik, tetapi mungkin yang bisa closed hanya satu,” ujar Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. (Pra/Jaz/Ant/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ricky
Berita Lainnya