Jumat 20 Januari 2023, 21:58 WIB

Asuransi Global Belajar dari Resolusi Bridge Bank Indonesia

mediaindonesia.com | Ekonomi
Asuransi Global Belajar dari Resolusi Bridge Bank Indonesia

Antara
Sejumlah perusahaan penyedia produk asuransi jiwa yang terpampang di Kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Kamis (12/1).

 

LANGKAH resolusi kasus gagal bayar di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang ditangani Indonesia Financial Group (IFG), BUMN holding asuransi, penjaminan dan investasi melalui mekanisme bridge bank dipuji komunitas keuangan global sebagai penyelesaian yang revolusioner dan monumental, karena belum pernah terjadi di industri asuransi manapun.

Pengakuan tersebut dinyatakan langsung sejumlah narasumber dan audiens kepada Komisaris Utama IFG dan juga ekonom senior Fauzi Ichsan tatkala dirinya menjadi salah satu narasumber pada acara diskusi tahunan International Forum of Insurance Guarantee Schemes (IFIGS) di Kuala Lumpur, akhir tahun lalu.

Fauzi mengatakan, instrumen penyelamatan lembaga keuangan yang sudah gagal sebenarnya lengkap tersedia di industri perbankan. Pascakrisis moneter pada era 1997 - 1998 yang ditandai dengan bangkrutnya sejumlah bank dan penarikan uang secara massal (rush money), sistem keuangan Indonesia mulai berbenah dengan hadirnya Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

Institusi tersebut dilengkapi dengan sejumlah instrumen resolusi bank gagal, di antaranya mekanisme likuidasi, penyertaan modal sementara (PMS), opsi purchase & assumption, dan opsi pengalihan sementara melalui bridge bank.

Industri asuransi, lanjut Fauzi, tidak pernah mengalami krisis serupa. Pemegang polis juga tidak bisa berbondong-bondong menarik uangnya karena memang secara kontrak tidak bisa dilakukan. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan asuransi yang secara permodalan minim, tetapi masih bisa diperbolehkan beroperasi. Di sisi lain, industri asuransi juga tidak memiliki institusi serupa LPS yang menjadi garda akhir untuk solusi perusahaan asuransi yang gagal.

"Dengan tidak adanya otoritas resolusi di industri asuransi serta opsi penyelamatan yang bisa menangani kasus perusahaan asuransi yang gagal, mau tidak mau, IKNB harus berkaca pada industri perbankan. Resolusi dengan opsi bridge bank yang pernah dilakukan IFG dalam menangani perusahaan asuransi yang gagal menjadi salah satu contoh terbaik dalam kondisi tersebut,” ujar Fauzi dalam keterangan resmi, Jumat (20/01).

Fauzi yang juga pernah menjadi Kepala Eksekutif LPS menjelaskan, penanganan perusahaan asuransi yang gagal dengan mekanisme bridge bank membelah perusahaan asuransi tersebut menjadi dua bagian. Meminjam istilah dari industri perbankan, bagian pertama adalah bank asal yang gagal, yang dijuluki bad bank dan nantinya akan dilikuidasi. Yang kedua adalah good bank, yang baru dibentuk untuk menerima aset yang sehat dan kewajiban dengan status hukum yang paling tinggi dari bank asal.

Berbeda dengan resolusi bridge bank di perbankan, saat simpanan nasabah bank asal yang gagal tidak direstrukturisasi atau di-discount, polis dan kewajiban dari perusahaan asuransi yang gagal direstrukturisasi terlebih dahulu sebelum dialihkan ke good bank. Opsi ini mengurangi beban penyuntikkan modal segar kepada good bank.

Melalui pengalihan aset dan kewajiban yang sehat tersebut, opsi-opsi penyehatan lainnya dapat terbuka. Opsi-opsi tersebut termasuk penyertaan modal negara (PMN), mengundang investor strategis, bahkan nantinya penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO).
 
Dengan opsi resolusi bridge bank, biaya penyelamatan bank atau perusahaan asuransi yang gagal menjadi lebih murah, termasuk biaya yang harus diemban negara. Selain itu, resolusi ini menjamin kontinuitas nilai tambah bagi pemegang polis dan bisnisnya berkelanjutan.

"Pengalaman IFG dalam menerapkan resolusi bridge bank untuk industri asuransi adalah metode resolusi yang baru di dunia keuangan global. Belum pernah ada perusahaan asuransi gagal yang diselamatkan melalui metode bridge bank. Sebuah langkah resolusi yang terbilang kompleks, monumental, dan revolusioner dalam sejarah industri nonbank dunia, bukan hanya di Indonesia. Inilah pula alasan mengapa IFG diundang jadi narasumber di forum internasional tersebut,” kata dia. (E-3)

 

Baca Juga

Dok.SIG

SBI Raih Juara Pertama Investment Award 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 22:38 WIB
Investasi Pabrik Tuban dinilai perbaiki lingkungan, sosial, dan...
MI/USMAN ISKANDAR

Kondisi Politik akan Menentukan Geliat Ekonomi

👤Ficky Ramadhan 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:38 WIB
Para pengusaha ataupun investor juga akan melihat dari track record calon Presiden tersebut untuk menjadi pertimbangan bagi para investor...
ANTARA

Kepemimpinan Kuat Erick Thohir Sedot Investor Besar Dari Luar Negeri

👤Widhoroso 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:23 WIB
BUAH kepemimpinan Erick Thohir tiga tahun menahkodai Kementerian BUMN menuai banyak hasil gemilang. Berkat kebijakan Erick Thohir, sejumlah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya