Jumat 20 Januari 2023, 21:13 WIB

Industri E-Commerce Hadapi Tech Winter

mediaindonesia.com | Ekonomi
Industri E-Commerce Hadapi Tech Winter

Dok.Pri
Ilustrasi belanja daring.

 

SEPANJANG 2022, sejumlah perusahaan teknologi mengalami pasang surut dalam perjalanan bisnisnya. Kondisi ekonomi global tak menentu yang dihadapi mendorong bisnis e- commerce untuk melakukan berbagai perubahan dan merancang strategi baru yang tepat untuk terus tumbuh dan berkembang.

Masing-masing pemain e-commerce mengatur ulang strategi, karena bagaimanapun e-commerce memiliki peran terhadap individu juga keberlangsungan bisnis. Skema strategi yang dilakukan bukan hanya meliputi berbagai promo dan diskon terbaik untuk menarik pengguna, tetapi wadah yang dapat mendukung penjual untuk bertahan menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Berdasarkan sejumlah riset, Shopee, Tokopedia, dan Lazada terus mendominasi pasar e-commerce tanah air. Berdasarkan data App Annie di sepanjang 2022, Shopee tercatat sebagai platform belanja daring nomor 1 di Indonesia dengan jumlah total unduhan terbanyak baik di Google Play atau Apple Store, juga menjadi platform belanja daring  nomor 1 dalam jumlah pengguna aktif bulanan terbanyak.

Semakin diperkuat dengan data dari SimilarWeb, Shopee adalah marketplace dengan pengunjung website tertinggi dengan rata-rata 181 juta pengunjung per bulannya pada 3 bulan terakhir (Oktober - Desember 2022), memimpin jauh dengan rata-rata selisih 46 juta pengunjung per bulannya, dari Tokopedia, yang menempati posisi kedua dengan rata-rata 135 juta pengunjung per bulannya.

Data tersebut selaras dengan beberapa hasil riset yang dilakukan pada kuartal 4 tahun 2021 hingga 2022 kemarin. Di awal 2022, Ipsos merilis hasil riset persaingan dalam industri e-commerce, dengan Shopee menduduki peringkat pertama pada 4 penilaian indikator yang digunakan dalam survei.

Yang pertama indikator merek yang paling sering digunakan atau Brand Use Most Often (BUMO). Berdasarkan BUMO ini, 54% responden memilih Shopee, disusul dengan Tokopedia (30%) dan Lazada (13%).

Yang kedua Indikator Top of Mind, Shopee menduduki peringkat pertama 54%, diikuti oleh Tokopedia (27%) dan Lazada (12%). Artinya Shopee adalah merek atau platform e-commerce yang paling diingat oleh mayoritas konsumen Indonesia.

Lalu indikator pangsa pasar jumlah transaksi (Share of Order), Shopee juga berhasil mencatatkan pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi dalam tiga bulan transaksi, yakni 41%, diikuti dengan Tokopedia (34%) dan Lazada (16%).

Dalam Indikator pangsa pasar nilai transaksi, Shopee menduduki peringkat pertama yang mencatatkan pangsa pasar nilai transaksi terbesar, yaitu 40%. Peringkat kedua disusul oleh Tokopedia (30%) dan Lazada (16%).

Skema strategi tiga pemain e-commerce ini semakin terlihat hingga kuartal 4/2022. Riset Snapcart terkait Semarak Festival Belanja Akhir Tahun: Kunci Utama Daya Tarik E-Commerce” melihat adanya 5 indikator konsiderasi masyarakat dalam memilih sebuah platform untuk dimanfaatkan saat kampanye harbolnas.

Berdasarkan Indikator harga terjangkau, gratis ongkos kirim/ongkos kirim murah/pilihan jenis produk yang beragam dan lengkap, penyediaan fitur tambahan selain berbelanja misalnya games, dan penyediaan metode pembayaran cicilan (Paylater) Shopee juga menduduki peringkat pertama dari seluruh kategori.

Belakangan, seluruh e-commerce juga berlomba-lomba mengeluarkan fitur interaktif untuk menghadirkan pengalaman belanja lebih menyenangkan. Pada riset Desember 2022, Snapcart mengungkap beberapa fitur-fitur interaktif yang dikenal, sebanyak 37% responden memilih Shopee Live sebagai fitur yang paling disukai.

Posisi berikut nya terdapat TikTok (30%), Shopee Video (23%), Tokopedia Play (7%), dan (1%) untuk BukaLive, LazLive dan LazadaFeed. Inovasi tiada henti, harga yang terjangkau, dan produk yang lengkap menjadikan e-commerce terus dilirik oleh pembeli.

"Menariknya, fitur-fitur ini juga sangat membantu dalam strategi penjual khususnya lokal untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Melalui interaksi yang lebih dekat dan konten kreatif, para penjual lokal dapat semakin terdorong untuk meningkatkan eksposur produknya dan memperluas jangkauan ke seluruh lapisan masyarakat. Faktor yang mendorong perkembangan dan kemajuan pelaku usaha khususnya lokal," ujar Direktur Snapcart Indonesia, Astrid Wiliandry, dalam keterangan resmi, kemarin. (E-3)

 

Baca Juga

dok.Ist

Workshop Scalling UP, SMKPPN Tempa Calon Wirausaha Muda Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:01 WIB
BADAN Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan bersama Internasional Fund for Agricultural Development (IFAD) gencar...
DOK pribadi.

Akselerasi Pebisnis Kuliner Bandung, ESB Hadir di BIFHEX 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:08 WIB
ESB menghadirkan teknologi software yang terintegrasi khusus untuk operasional bisnis kuliner F&B, baik restoran, cloud kitchen, warung...
Dok MI

Industri Layanan Pernikahan Berpotensi Menjadi Panggung Bisnis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:01 WIB
Industri pernikahan berpotensi menjadi panggung bisnis, mengingat tingginya angka pernikahan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya