Selasa 17 Januari 2023, 20:33 WIB

Pengertian Deflasi, Ini Penyebab dan Dampaknya

Joan Imanuella Hanna Pangemanan | Ekonomi
Pengertian Deflasi, Ini Penyebab dan Dampaknya

MI
Ilustrasi

 

DEFLASI adalah penambahan nilai mata uang, antara lain dengan pengurangan jumlah uang kertas yang beredar. Tujuannya mengembalikan daya beli uang yang nilainya menurun atau sebuah gejala perekonomian yang merupakan akibat keadaan tersebut, seperti penurunan produksi, langkanya lapangan kerja dan rendahnya daya beli masyarakat.

Sederhananya, deflasi terjadi karena kekurangan jumlah uang yang beredar. Deflasi ditandai dengan harga-harga yang terus turun sepanjang waktu.

Jenis-jenis Deflasi

1. Deflasi Strategis

Deflasi strategis terjadi sebagai akibat dari kebijakan. Kebijakan pemerintah belum mampu menurunkan konsumsi masyarakat dan berdampak pada penurunan harga, bukan membatasi konsumsi berlebihan oleh masyarakat dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Kebijakan ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan berbagai jenis kredit dari bank, memungkinkan produsen untuk menyimpan uangnya di bank untuk mendapatkan tingkat bunga yang lebih tinggi, dan memastikan sirkulasi uang dan harga komoditas mengarah pada penurunan.

2. Deflasi Sirkulasi

Deflasi sirkulasi terjadi ketika ekonomi bertransisi dari kesuksesan ke resesi. Akibatnya, keseimbangan antara kapasitas produksi dan konsumsi terganggu, permintaan barang-barang ekonomi surplus tidak mencukupi, dan harga pasar turun selama resesi, menyebabkan deflasi sirkulasi yang membuat perekonomian tidak stabil. Kondisi ini biasanya terjadi seiring dengan perlambatan ekonomi pada masa transisi dari perekonomian yang stabil.

Penyebab Deflasi

1. Penurunan jumlah uang yang beredar di masyarakat
2. Peningkatan pasokan barang
3. Berkurangnya permintaan barang
4. Kurangnya investasi di sektor riil dan bursa

Dampak Deflasi

1. Meningkatnya jumlah pengangguran
2. Menurunnya angka permintaan pasar yang membuat produsen mengurangi jumlah produksi
3. Keuntungan atau laba perusahaan menurun
4. Banyak pabrik tutup, terjadinya penurunan pendapatan dan meningkatnya gagal bayar dari perusahaan maupun individu

Contoh Deflasi

1. Suku bunga di Jepang naik

Hal ini terjadi pada tahun 1989 yang membuat pertumbuhan ekonomi Jepang mengalami penurunan dan melambat. Sehingga produktivitas karyawan menurun. 
 
2. Perluasan revolusi industri 

Kejadian ini terjadi pada abad ke-19 ketika teknologi mulai bermunculan. Hal ini menyebabkan banyak industri yang bersaing untuk memproduksi barang. Akibatnya produk yang dihasilkan berlebihan dan harga barang menjadi turun.  

Cara Mengatasi Deflasi

  • Menurunkan tingkat suku bunga
  • Penerapan kebijakan moneter
  • Implementasi kebijakan perpajakan
  • Implementasi kebijakan non-moneter

(OL-5)

Baca Juga

Antara

BI: Kinerja Penjualan Eceran Triwulan IV 2022 Melambat

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:04 WIB
Berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia, Indeks Penjualan Eceran triwulan IV 2022 tumbuh 1,9% (yoy), atau lebih rendah dari...
Dok. Pertamina EP

Dongkrak Kinerja Migas, PT Pertamina EP Optimalkan Investasi Migas

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 15:41 WIB
Kenaikan investasi ini cukup signifikan hingga membawa Pertamina EP raih apresiasi dari SKK Migas sebagai peringkat pertama The Highest...
Dok.SBI

Kandidat Proper Emas, Kepala Daerah Se-Jawa Barat Studi Banding Pabrik SBI Narogong

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 14:58 WIB
Penerapan kaidah pertambangan yang baik oleh SBI merupakan komitmen untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan dan tanggung jawab...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya